Dicecar Penyidik 11 Jam, LM Malah Bercanda Soal Berat Badan

LM keluar dari Kejari Purwakarta usai menjalani pemeriksaan maraton selama 13 jam terkait dugaan gratifikasi mobil mewah.

POJOKJABAR.com, KARAWANG – Suasana malam di halaman Kejaksaan Negeri Purwakarta mendadak cair di tengah panasnya penyidikan kasus dugaan gratifikasi mobil mewah yang tengah menyita perhatian publik.


Jarum jam menunjukkan pukul 22.00 WIB saat LM akhirnya keluar dari gedung Kejari Purwakarta, Rabu malam (13/5/2026). Selama kurang lebih 11 jam, mantan legislator dua periode itu menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik bidang Pidana Khusus (Pidsus).

Namun menariknya, alih-alih terlihat tegang atau kelelahan usai diperiksa sejak pagi, LM justru tampil santai dan beberapa kali melempar candaan kepada wartawan yang telah menunggu sejak sore.

Momen itu pun langsung menjadi sorotan di tengah derasnya perhatian publik terhadap kasus dugaan gratifikasi kendaraan mewah yang kini terus bergulir di Purwakarta.


Sejak awal kedatangannya sekitar pukul 09.00 WIB, LM memang sudah menunjukkan gestur santai. Ia datang menggunakan Toyota Innova Hybrid bernomor polisi D 1805 ATA.

Tak seperti saksi lain yang biasanya memilih menghindari sorotan kamera, LM justru sempat meminta awak media mengambil gambar dirinya dari arah depan.

Ekspresi santainya terus berlanjut hingga pemeriksaan selesai pada malam hari.

Saat dicegat wartawan dan ditanya mengenai jumlah pertanyaan yang diajukan penyidik selama pemeriksaan maraton tersebut, LM mengaku tak menghitung secara detail.

“Saya tidak hitung pertanyaannya. Yang penting saya kooperatif saja. Mau itu pertanyaan A, B, C, atau D, saya jawab,” ujarnya singkat.

Pernyataan itu langsung memancing perhatian para jurnalis yang sejak awal menunggu perkembangan kasus tersebut.

Namun momen paling mencuri perhatian terjadi ketika wartawan mencoba menggali apakah ada pertanyaan penyidik yang dianggap berat atau menyudutkan dirinya.

Alih-alih menjawab serius, LM justru melontarkan candaan spontan yang membuat suasana mendadak penuh tawa.

“Pertanyaan berat? Wah, berat saya saja sudah satu kuintal, jadi tenang saja, sudah berat dari sananya,” kelakarnya sambil berjalan menuju mobilnya.

Candaan “satu kuintal” itu sontak menjadi bahan perbincangan di kalangan wartawan yang berada di lokasi.

Meski suasana terlihat santai, pemeriksaan panjang selama 11 jam menunjukkan bahwa penyidik tengah melakukan pendalaman serius terhadap perkara tersebut.

Kasus dugaan gratifikasi mobil mewah sendiri diketahui telah menjadi perhatian publik Purwakarta sejak mencuat pada 2024 lalu.

Penyidik Kejari Purwakarta diyakini sedang menelusuri aliran pemberian kendaraan mewah yang diduga berkaitan dengan kepentingan tertentu.

LM disebut menjadi salah satu saksi penting dalam pusaran kasus yang kini mulai menyeret sejumlah nama lain.

Hingga kini, pihak Kejari Purwakarta melalui Seksi Intelijen masih menutup rapat isi Berita Acara Pemeriksaan (BAP) maupun detail materi pertanyaan yang diajukan kepada LM.

Belum ada keterangan resmi mengenai kemungkinan munculnya tersangka baru ataupun arah pengembangan penyidikan berikutnya.

Namun, pemanggilan terhadap LM dinilai menjadi sinyal kuat bahwa penyidik mulai memperluas penelusuran terhadap pihak-pihak yang diduga memiliki keterkaitan dengan kasus tersebut.

Di sisi lain, dinamika pemeriksaan yang berlangsung lebih dari setengah hari juga menandakan bahwa penyidik tengah mendalami informasi penting dari saksi-saksi yang dipanggil.

Publik Purwakarta kini menanti langkah lanjutan Kejari dalam membongkar dugaan praktik gratifikasi kendaraan mewah yang telah menjadi pembicaraan hangat selama dua tahun terakhir.

Apalagi, kasus ini disebut-sebut berpotensi menyeret nama-nama besar lain dalam waktu dekat.

Situasi tersebut membuat perkembangan penyidikan diprediksi akan semakin memanas dalam beberapa pekan mendatang.

Sementara itu, sikap santai LM di hadapan wartawan justru menjadi kontras tersendiri di tengah tekanan penyidikan yang sedang berjalan.

Candaan “satu kuintal” yang dilontarkannya mungkin berhasil mencairkan suasana malam itu, tetapi proses hukum terkait dugaan gratifikasi mobil mewah di Purwakarta dipastikan masih jauh dari selesai. (Rohendi/Ade Jo/Ega/Pojokjabar)