POJOKJABAR.com, PURWAKARTA – Persoalan pengelolaan sampah dan kebersihan lingkungan mengemuka dalam kegiatan pengawasan penyelenggaraan pemerintahan yang dilakukan Anggota DPRD Jawa Barat, Maula Akbar Mulyadi Putra, di Desa Cicadas, Kecamatan Babakancikao, Kabupaten Purwakarta, Sabtu (21/2/2026).
Dalam pertemuan bersama aparatur desa dan masyarakat, terungkap bahwa hingga kini Desa Cicadas belum memiliki sistem pengelolaan sampah terpadu yang terstruktur. Sampah rumah tangga sebagian besar masih dikelola secara mandiri oleh warga.
Maula menyebut, ketiadaan sistem terpadu membuat penanganan sampah belum optimal dan berpotensi menimbulkan dampak lingkungan dalam jangka panjang.
“Tanpa sistem yang jelas, pengelolaan sampah jadi tidak terkontrol. Ini bisa berdampak pada kebersihan lingkungan dan kesehatan masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menerima laporan bahwa praktik membakar sampah masih kerap dilakukan warga sebagai solusi cepat untuk mengurangi timbunan sampah. Padahal, cara tersebut berisiko menimbulkan polusi udara dan gangguan kesehatan.
Selain itu, kesadaran masyarakat dalam memilah sampah organik dan anorganik dinilai masih rendah. Minimnya edukasi dan fasilitas pendukung menjadi salah satu faktor penyebab.
Menurut Maula, pemerintah desa bersama dinas terkait perlu mendorong pembentukan sistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat, termasuk pengadaan tempat penampungan sementara (TPS), program bank sampah, serta sosialisasi pemilahan sampah sejak dari rumah.
“Penanganan sampah harus dimulai dari perubahan pola pikir. Edukasi dan fasilitas harus berjalan beriringan,” tegasnya.
Ia berharap hasil pengawasan tersebut menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat pengelolaan lingkungan di Desa Cicadas, sehingga tercipta lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan di Kabupaten Purwakarta. ***