POJOKJABAR.com, PURWAKARTA – Persoalan keterbatasan lapangan kerja menjadi perhatian dalam kegiatan pengawasan penyelenggaraan pemerintahan yang dilakukan Anggota DPRD Jawa Barat, Maula Akbar Mulyadi Putra, di Desa Pangkalan, Kecamatan Bojong, Kabupaten Purwakarta, Jumat (13/2/2026).
Dalam dialog bersama aparatur desa dan warga, Maula menerima berbagai aspirasi terkait sulitnya akses pekerjaan di wilayah tersebut. Minimnya keberadaan industri maupun UMKM berskala besar disebut menjadi salah satu faktor utama terbatasnya peluang kerja bagi masyarakat setempat.
“Struktur ekonomi desa masih sangat terbatas. Industri besar hampir tidak ada, sementara UMKM yang berkembang masih skala kecil dan belum mampu menyerap banyak tenaga kerja,” ujar Maula.
Kondisi ini, lanjutnya, berdampak pada banyaknya generasi muda yang memilih merantau ke luar daerah untuk mencari penghasilan. Fenomena tersebut dinilai bisa memengaruhi dinamika sosial dan perkembangan desa dalam jangka panjang.
“Anak-anak muda kita punya potensi, tapi karena peluang kerja di desa minim, mereka terpaksa mencari kesempatan di kota lain,” katanya.
Selain itu, Maula juga menyoroti keterbatasan program pelatihan keterampilan yang tersedia bagi masyarakat. Ia menilai pelatihan kerja yang ada masih belum merata dan belum sepenuhnya menyesuaikan dengan kebutuhan pasar.
Menurutnya, pemerintah daerah perlu mendorong program pelatihan berbasis kompetensi serta membuka ruang kemitraan dengan sektor swasta guna memperluas kesempatan kerja di tingkat desa.
“Kalau kita ingin menekan angka perantauan dan meningkatkan kesejahteraan, maka solusi jangka panjangnya adalah menciptakan lapangan kerja dan memperkuat keterampilan warga,” tegasnya.
Maula berharap hasil pengawasan di Desa Pangkalan dapat menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah daerah untuk merancang kebijakan yang lebih fokus pada pengembangan ekonomi lokal dan pemberdayaan generasi muda di Kabupaten Purwakarta. ***