Skip to content
Pojok Jabar
Rabu, 7 Oktober 2026

Kisah Pakde Yanto Menjemput Rezeki hingga Dini Hari di Karawang dari Jagung, Ubi, dan Kacang Rebus

, · 20:17 WIB ·
Foto ; Pakde Yanto saat  menjajakan jagung, ubi jalar, serta kacang rebus di jalan Baru Karawang hingga malam hari.(Rohendi/Pojoksatu).

POJOKBABAR.Com,KARAWANG – Saat sebagian warga mulai beristirahat, Pakde Yanto (53) justru masih sibuk berjualan.

Advertisement
Jagung, ubi jalar, dan kacang rebus menjadi dagangan yang setiap hari dibawanya untuk mencari penghasilan.
Pakde Yanto kini tinggal mengontrak di wilayah Margasari, Karawang. Ia mulai berjualan sekitar pukul 16.30 WIB dan biasanya baru selesai hingga sekitar pukul 01.00 WIB.
Untuk berjualan, Pakde Yanto biasa mangkal di kawasan Jalan Baru dan Palumbonsari.
Dari lokasi tersebut, ia melayani pembeli yang datang menikmati jajanan sederhana di malam hari.
Modal yang disiapkannya sekitar Rp500 ribu. Dalam kondisi ramai, omzet dagangannya bisa mencapai sekitar Rp650 ribu dalam satu malam.
Profesi sebagai pedagang sudah dijalani Pakde Yanto sejak 2006 ketika masih berjualan di Bekasi. Pada 2022, ia kemudian melanjutkan aktivitas berdagang di Karawang.
Di usia 53 tahun, Pakde Yanto mengaku memilih menjalani pekerjaannya dengan santai. Baginya, berdagang merupakan bagian dari ikhtiar untuk memenuhi kebutuhan hidup.
“Dijalani saja, disyukuri. Yang penting ada berkahnya,” ujar Pakde Yanto saat ditemui di tempat mangkal pada Selasa (6/10/2026).
Selama berjualan, ia juga telah memiliki sejumlah pelanggan. Selain pembeli yang datang langsung, Pakde Yanto sesekali menerima pesanan untuk berbagai kegiatan, termasuk acara pengajian.
Pesanan tersebut menjadi tambahan penghasilan sekaligus membuat dagangannya tetap memiliki pembeli.
Namun, berjualan di ruang terbuka bukan tanpa tantangan. Musim hujan menjadi salah satu kendala yang dirasakan karena kondisi cuaca dapat memengaruhi aktivitas berdagang dan jumlah pembeli.
Meski begitu, Pakde Yanto tetap memilih bertahan. Sebulan sekali ia menyempatkan diri pulang, sementara kesehariannya di Karawang diisi dengan berjualan hingga larut malam.
Dari jagung, ubi jalar, dan kacang rebus, Pakde Yanto terus menjalani usaha sederhananya.
Baginya, selama masih ada pelanggan dan pesanan, pekerjaan tersebut tetap menjadi jalan untuk mencari rezeki.
“Selama masih ada orderan dan pelanggan, ya dijalani saja,” katanya.
Kisah Pakde Yanto mengajarkan kita untuk tidak malu bekerja keras. Meski sederhana, pekerjaan yang halal tetap menjadi jalan mencari rezeki. Jalani dengan sabar, jujur, dan selalu bersyukur.

Advertisement
Ditulis oleh Ega Nugraha