POJOKJABAR.com, Jakarta – PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat (JBB) melalui Integrated Terminal (IT) Jakarta resmi meluncurkan program Bioherbicide and Organic Activator for Mangrove Restoration (BIOGATOR) di Pulau Untung Jawa, Kepulauan Seribu, Kamis (21/8).
Program ini digagas untuk mendukung rehabilitasi mangrove sekaligus menjaga ekosistem pesisir yang vital bagi perlindungan pantai dan penyerapan emisi karbon.
BIOGATOR hadir dengan inovasi ramah lingkungan. Program ini memanfaatkan gulma rumput balam (Ageratum conyzoides), yang biasanya dianggap hama, lalu dicampur dengan lidah buaya untuk menghasilkan herbisida alami sekaligus pupuk organik.
Formula ini membantu bibit mangrove tumbuh lebih sehat, kuat, serta tahan terhadap hama, tanpa meninggalkan dampak buruk bagi lingkungan.
Peluncuran BIOGATOR melibatkan masyarakat lokal. Sepuluh anggota Kelompok Masyarakat Penggerak Konservasi bersama kelompok binaan Sobat Bluwok serta perwakilan IT Jakarta terjun langsung mengumpulkan gulma, mengolahnya menjadi bioherbisida, hingga menanam dan merawat mangrove.
Hasilnya, lebih dari 3.000 batang mangrove, terdiri dari bakau hitam dan mangrove putih yang berhasil ditanam sebagai bagian dari upaya nyata memulihkan ekosistem pesisir.
Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional JBB, Susanto August Satria, menekankan bahwa BIOGATOR adalah bukti nyata komitmen Pertamina dalam mendukung keberlanjutan.
“BIOGATOR adalah bukti nyata komitmen kami terhadap keberlanjutan. Kami ingin memperlihatkan bahwa inovasi sederhana memberikan dampak yang besar bagi lingkungan sekaligus mendukung target nasional dalam penurunan emisi karbon,” ujar Satria.
Program ini tidak hanya mendukung pelestarian mangrove, tetapi juga sejalan dengan komitmen Pertamina terhadap Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada poin 13 tentang penanganan perubahan iklim, poin 14 ekosistem laut, dan poin 15 ekosistem daratan.
Dengan inovasi sederhana berbasis potensi lokal, BIOGATOR diharapkan menjadi langkah berkelanjutan untuk menghidupkan kembali ekosistem mangrove, menjaga pesisir, sekaligus memperkuat kontribusi Indonesia dalam menghadapi perubahan iklim.