POJOKJABAR.COM, KARAWANG – Pemerintah Kabupaten Karawang melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) menggelar audiensi bersama calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Karawang tahun 2026.
Kegiatan tersebut mengusung tema “Membangun Sinergi, Menumbuhkan Semangat Nasionalisme untuk Generasi Muda yang Tangguh dan Berkarakter.” bertempat di Aula Kodim Karawang, Rabu (12/8/2026).
Ketua Kesbangpol Kabupaten Karawang, Mahfudin, S.M.Si., mengatakan pembentukan Paskibraka menjadi salah satu upaya pemerintah dalam membangun generasi muda yang memiliki wawasan kebangsaan, disiplin, nasionalisme, serta menjunjung Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Menurutnya, proses pembentukan Paskibraka tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, mulai dari tim pelatih, Purna Paskibraka Indonesia (PPI), hingga unsur terkait lainnya.
“Adik-adik ini nantinya bukan hanya menjalankan tugas pengibaran bendera pada 17 Agustus 2026, tetapi juga diharapkan menjadi teladan dan pionir di lingkungan sekolah, keluarga maupun masyarakat,” ujar Mahfudin.
Ia menjelaskan, calon Paskibraka tahun 2026 berasal dari berbagai kecamatan di Kabupaten Karawang dengan latar belakang sekolah SMA, SMK maupun MA. Dari proses seleksi tersebut, terpilih 50 orang, terdiri dari 25 putra dan 25 putri yang tergabung dalam Pasukan 17 dan Pasukan 8.
Selain itu, dua orang calon Paskibraka Karawang, masing-masing satu putra dan satu putri, akan mewakili Kabupaten Karawang dalam pengibaran bendera di tingkat Provinsi Jawa Barat.
Mahfudin juga mengungkapkan, salah satu perwakilan putri Karawang tahun ini berhasil masuk dalam 10 besar tingkat nasional dalam proses seleksi.
Ia berharap para calon Paskibraka mampu menjaga amanah yang diberikan. Sebab, tugas mereka tidak berhenti setelah pelaksanaan upacara HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
“Setelah melaksanakan tugas utama pada 17 Agustus, mereka akan menjadi bagian dari generasi yang membawa semangat Pancasila dan diharapkan mampu memberikan contoh positif bagi generasi muda lainnya,” katanya.
Mahfudin menilai, keberadaan Paskibraka dapat menjadi momentum untuk memperkuat karakter generasi muda di tengah berbagai tantangan dan pengaruh negatif yang berkembang di masyarakat.
Karena itu, para calon Paskibraka diharapkan mampu menjadi duta Pancasila serta memberikan pengaruh positif di lingkungan masing-masing.
“Harapannya, 50 anak ini bisa menjadi pionir dan membawa semangat nasionalisme di sekolah, keluarga dan lingkungan tempat tinggalnya,” pungkasnya.