POJOKJABAR.com, KARAWANG – Sejumlah warga menyoroti pengelolaan dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikelola Yayasan Bersama Niat Mulia di Jalan Raya Peruri, RT 15/RW 06, Desa Mulyasari, Kecamatan Ciampel, Kabupaten Karawang.
Warga mempertanyakan transparansi pengadaan bahan baku yang digunakan untuk mendukung operasional dapur tersebut. Mereka menilai pelaku usaha lokal belum dilibatkan secara optimal dalam rantai pasok kebutuhan dapur MBG.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, dapur tersebut telah beroperasi hampir satu tahun. Namun sejumlah warga mengaku belum melihat keterlibatan petani, peternak, UMKM maupun pedagang lokal dalam penyediaan kebutuhan operasional.
Salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengatakan dirinya kerap melihat aktivitas distribusi logistik ke lokasi dapur.
“Kami melihat barang sering datang dari arah Jakarta atau Bekasi. Padahal di sekitar sini banyak pelaku usaha yang mampu menyuplai kebutuhan dapur. Harapannya program ini juga menggerakkan ekonomi masyarakat setempat,” kata warga tersebut.
Warga juga menyoroti sebuah bangunan yang diduga berkaitan dengan aktivitas operasional dapur MBG. Menurut pengamatannya, bangunan tersebut sebelumnya digunakan sebagai gudang sebelum dipasangi papan nama.
Ia menyebut aktivitas keluar masuk barang masih berlangsung di lokasi tersebut.
Selain itu, sejumlah pelaku usaha lokal disebut pernah menawarkan kerja sama untuk menjadi pemasok bahan baku. Namun hingga kini mereka mengaku belum mendapatkan kesempatan menjadi mitra.
Menurut warga, keterbukaan informasi mengenai mekanisme pengadaan bahan baku diperlukan agar masyarakat mengetahui proses pemilihan pemasok yang digunakan dalam program tersebut.
Mereka berharap pengelola Yayasan Bersama Niat Mulia maupun Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dapat memberikan penjelasan terkait sistem pengadaan dan peluang kerja sama bagi pelaku usaha lokal.
Warga menilai Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya berpotensi meningkatkan kualitas gizi penerima manfaat, tetapi juga dapat memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar apabila melibatkan petani, peternak, UMKM, dan pedagang lokal.
Hingga berita ini ditulis, pihak Yayasan Bersama Niat Mulia maupun Kepala SPPG belum memberikan keterangan resmi terkait informasi yang disampaikan warga.
Redaksi masih berupaya menghubungi pihak terkait untuk memperoleh konfirmasi dan penjelasan sebagai bagian dari prinsip keberimbangan pemberitaan. (Tim Redaksi)