POJOKJABAR.com, KARAWANG – Pemerintah Kabupaten Karawang terus memperkuat sektor pertanian untuk menjaga status daerah tersebut sebagai salah satu lumbung padi nasional.
Bupati Karawang Aep Syaepuloh mengatakan pembangunan infrastruktur pertanian menjadi fokus utama pemerintah daerah, terutama untuk memastikan kebutuhan dasar petani seperti ketersediaan air dan akses jalan dapat terpenuhi dengan baik.
Hal itu disampaikan Aep usai memimpin Upacara Hari Lahir Pancasila di Plaza Pemda Karawang, Senin (1/6/2026).
“Karawang dikenal sebagai daerah lumbung padi. Karena itu kami terus fokus memenuhi kebutuhan petani, terutama terkait irigasi dan akses jalan menuju lahan pertanian,” ujar Aep.
Menurutnya, persoalan irigasi masih menjadi perhatian utama karena berkaitan langsung dengan produktivitas pertanian. Untuk itu, Pemkab Karawang terus menjalin koordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) dalam upaya memperbaiki dan menormalisasi saluran air.
Meski sebagian jaringan irigasi berada di bawah kewenangan pemerintah pusat melalui BBWS, Pemkab Karawang tetap melakukan berbagai langkah di lapangan agar distribusi air ke area persawahan tetap berjalan optimal.
“Kami terus berkoordinasi dengan BBWS. Namun pemerintah daerah juga tetap bergerak melakukan perbaikan saluran dan normalisasi agar kebutuhan air petani bisa terpenuhi,” katanya.
Selain irigasi, akses transportasi hasil panen juga menjadi perhatian pemerintah daerah. Untuk mempercepat pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT), Pemkab Karawang menggandeng Kodim 0604/Karawang melalui program Karya Bakti TNI.
Melalui kerja sama tersebut, pembangunan dan perbaikan jalan menuju kawasan pertanian diharapkan dapat dilakukan lebih cepat sehingga memudahkan aktivitas petani sekaligus memperlancar distribusi hasil panen.
“Alhamdulillah kami mendapat dukungan dari Kodim Karawang. Melalui program Karya Bakti, pembangunan dan perbaikan jalan usaha tani akan dilakukan secara bertahap agar manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh petani,” ungkap Aep.
Ia menjelaskan program tersebut tidak hanya bertujuan memperbaiki infrastruktur, tetapi juga mendorong peningkatan produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani.
Menurut Aep, sinergi antara pemerintah daerah dan TNI akan terus diperkuat agar pembangunan infrastruktur pertanian bisa menjangkau lebih banyak wilayah.
“Kami berharap mulai tahun depan pengerjaan jalan usaha tani dapat berjalan lebih masif. Ini bagian dari upaya bersama untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan menjaga ketahanan pangan Karawang,” katanya.
Aep menegaskan bahwa sektor pertanian tetap menjadi salah satu prioritas pembangunan daerah. Dengan dukungan infrastruktur yang memadai, Karawang diharapkan mampu mempertahankan perannya sebagai salah satu daerah penyangga pangan nasional.
Pemerintah daerah optimistis pembangunan irigasi dan jalan usaha tani yang dilakukan secara bertahap akan memberikan dampak positif bagi produktivitas pertanian sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah pedesaan. (Rohendi/Pojokjabar)