POJOKJABAR.com, KARAWANG – Kodim 0604/Karawang menunjukkan keseriusannya dalam memperkuat sektor ketahanan pangan melalui pengembangan budidaya Bebek Peking profesional di Desa Walahar, Karawang.
Program yang dijalankan melalui Kompi Produksi tersebut menjadi langkah nyata untuk menjawab kebutuhan pasar lokal yang selama ini masih bergantung pada pasokan Bebek Peking dari luar daerah, terutama dari Jawa Timur.
Dandim 0604/Karawang, Letkol Inf Naryanto, menegaskan bahwa pengembangan usaha ternak ini bukan sekadar program simbolis, melainkan sudah diarahkan menjadi bisnis pangan profesional yang berkelanjutan.
Menurutnya, Bebek Peking dipilih karena memiliki daya tahan lebih baik dibandingkan jenis unggas lainnya, baik ayam maupun bebek lokal biasa. Selain itu, tingkat permintaan pasar terhadap Bebek Peking terus meningkat, khususnya untuk kebutuhan kuliner dan distribusi pasar tradisional.
Saat ini, masa pengembangan Bebek Peking di lokasi budidaya mencapai sekitar 40 hari sebelum siap dipasarkan ke Pasar Johar Karawang. Namun, Kodim 0604/Karawang terus mendorong inovasi teknologi agar masa panen bisa dipercepat menjadi 30 hari.
“Bisnis ini nyata, bukan retorika. Kita sudah masuk ke level profesional. Fokus kami sekarang bagaimana teknologi dapat memangkas masa pengembangan dari 40 hari menjadi 30 hari,” ujar Letkol Inf Naryanto, Kamis (7/5/2026).
Ia menjelaskan, dukungan teknologi dan alat produksi menjadi faktor penting dalam meningkatkan efisiensi peternakan. Salah satu dukungan datang dari mitra industri seperti PT TMMIN yang membantu penyediaan alat operasional untuk mendukung sistem budidaya yang lebih modern.
Menurutnya, keberadaan teknologi juga akan membantu menciptakan kemandirian pakan sehingga peternak tidak lagi mengalami kekurangan stok setiap tahun.
“Dukungan alat dari mitra seperti PT TMMIN sangat penting, terutama untuk mewujudkan kemandirian pakan agar ke depan kita tidak lagi mengalami kekurangan stok,” katanya.
Selain fokus pada pengembangan teknologi peternakan, Kodim 0604/Karawang juga membuka ruang kolaborasi dengan kalangan akademisi. Kehadiran mahasiswa Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika) diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan sistem produksi dan pendampingan peternak.
Letkol Inf Naryanto berharap keterlibatan akademisi tidak hanya dilakukan saat program Kuliah Kerja Nyata (KKN), tetapi juga melalui pendampingan berkelanjutan di lapangan.
“Kami memahami ada prosedur resmi dari kampus. Namun kami berharap pendampingan dari akademisi bisa dilakukan lebih konsisten agar produksi benar-benar terpantau dan berkembang,” ungkapnya.
Dalam perjalanannya, program budidaya Bebek Peking tersebut diakui tidak selalu berjalan mulus. Berbagai tantangan, mulai dari faktor teknis hingga dinamika produksi, menjadi bagian dari proses pengembangan usaha.
Meski demikian, Kompi Produksi Kodim 0604/Karawang kini mulai berkembang menjadi pusat inkubasi bisnis pangan yang serius dan terarah. Program tersebut tidak hanya bertujuan memperkuat ketahanan pangan daerah, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar.
Peninjauan lokasi yang dilakukan hari ini sekaligus memastikan seluruh bantuan alat produksi akan segera diintegrasikan untuk mendukung aktivitas para peternak profesional di lapangan. (Rohendi/Pojokjabar)