POJOKJABAR.com, KARAWANG – Warga RW 10 Lingkungan Karees, Kelurahan Palumbonsari, Karawang, kompak menggelar kerja bakti massal pada Minggu (26/4/2026) sebagai langkah antisipasi penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD).
Kegiatan gotong royong ini digelar sebagai tindak lanjut dari surat edaran Kepala Kelurahan Palumbonsari terkait pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Aksi bersih-bersih dipusatkan di wilayah RT 01 RW 10, yang dinilai perlu mendapat perhatian lebih dalam upaya pencegahan penyakit berbasis lingkungan.
Sejak pagi, warga terlihat antusias membawa perlengkapan kebersihan seperti cangkul, sapu, pengki, hingga karung sampah. Mereka bahu membahu membersihkan saluran drainase, mengangkut tumpukan sampah, serta memangkas semak liar yang berpotensi menjadi sarang nyamuk.
Ketua RW 10, Darmawan, turun langsung memimpin kegiatan tersebut. Ia menyebut kerja bakti massal ini bukan sekadar agenda kebersihan biasa, tetapi menjadi bentuk respon cepat masyarakat terhadap ancaman DBD yang mulai dikhawatirkan warga.
Menurut Darmawan, perubahan cuaca yang tidak menentu dalam beberapa pekan terakhir membuat potensi berkembangnya nyamuk Aedes aegypti semakin tinggi. Karena itu, warga diminta tidak menunggu adanya korban, melainkan bergerak lebih awal melalui langkah pencegahan.
“Kami bersama masyarakat, khususnya di RT 01 RW 10 Karees, melaksanakan kerja bakti sesuai arahan Lurah Palumbonsari. Fokus utama kami adalah mengantisipasi gejala DBD yang sering menyerang warga dengan cara membersihkan tempat-tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk,” ujar Darmawan.
Ia menegaskan, lingkungan bersih adalah benteng pertama dalam mencegah munculnya berbagai penyakit, khususnya DBD yang kerap muncul saat musim pancaroba.
Selain membersihkan lingkungan, kegiatan ini juga menjadi momentum penting untuk memperkuat kepedulian sosial antarwarga. Di tengah kesibukan masing-masing, kerja bakti menjadi ruang yang mempertemukan warga dalam semangat gotong royong yang mulai jarang terlihat di perkotaan.
Darmawan menilai, kekompakan warga dalam kegiatan seperti ini menjadi modal penting untuk menjaga lingkungan tetap aman, sehat, dan nyaman. Menurutnya, persoalan kebersihan tidak bisa hanya dibebankan kepada petugas, tetapi harus menjadi tanggung jawab bersama.
“Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh warga yang sudah meluangkan waktu. Ini adalah bentuk nyata kebersamaan kita dalam menjaga lingkungan masing-masing,” katanya.
Warga yang ikut dalam kegiatan tersebut tampak kompak membersihkan berbagai titik rawan genangan air. Beberapa warga juga terlihat membersihkan selokan kecil di depan rumah masing-masing untuk memastikan tidak ada sumbatan yang bisa memicu genangan.
Langkah sederhana seperti membersihkan saluran air, menutup tempat penampungan air, dan mengubur barang bekas dinilai menjadi cara efektif menekan potensi berkembangnya jentik nyamuk penyebab DBD.
Kegiatan kerja bakti ini juga mendapat respons positif dari warga. Selain lingkungan menjadi lebih bersih, warga merasa kegiatan seperti ini mampu membangun kembali budaya kebersamaan yang mulai memudar.
Darmawan berharap, aksi bersih-bersih massal ini tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat. Ia ingin kerja bakti dijadikan agenda rutin bulanan agar kebersihan lingkungan tetap terjaga secara konsisten.
Dengan rutinitas kerja bakti, warga diharapkan semakin sadar pentingnya menjaga lingkungan sekaligus memperkuat solidaritas sosial di tingkat lingkungan terkecil.
“Harapan kami, ini menjadi rutinitas setiap bulan. Jika lingkungan bersih, masyarakat sehat, dan semangat gotong royong warga RW 10 akan terus terjaga,” pungkasnya.
Langkah warga RW 10 Palumbonsari ini menjadi contoh nyata bahwa pencegahan penyakit bisa dimulai dari kepedulian sederhana terhadap lingkungan sekitar. Saat warga bergerak bersama, ancaman penyakit pun bisa ditekan sejak dini. (Rohendi/Pojokjabar)