Sidak PT Pindodeli 2, Satgas Citarum Harum Temukan IPAL Berfungsi Normal dan Sesuai Standar

Petugas Satgas Citarum Harum Sektor 10 melakukan inspeksi langsung ke outlet IPAL PT Pindodeli 2 di Karawang untuk memastikan kualitas limbah sesuai standar lingkungan.

POJOKJABAR.com, KARAWANG – Upaya pengawasan terhadap industri di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum terus diperketat oleh Satuan Tugas (Satgas) Citarum Harum. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari komitmen menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memastikan seluruh perusahaan mematuhi regulasi pengelolaan limbah.


Pada Rabu (22/4/2026), Dansektor 10 Satgas Citarum Harum, Kolonel Inf Satyo Ariyanto, memimpin langsung inspeksi mendadak (sidak) ke fasilitas Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) milik PT Pindodeli 2 yang berlokasi di Desa Kutamekar, Kecamatan Ciampel, Kabupaten Karawang.

Sidak ini dilakukan bersama Tim Patroli Sungai dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Karawang. Tujuannya tidak lain untuk memastikan bahwa aktivitas industri yang beroperasi di wilayah tersebut tetap menjaga komitmen terhadap pengelolaan limbah cair yang ramah lingkungan.

Hasil Sidak: Limbah Terpantau Jernih dan Stabil


Dalam pengecekan di lapangan, tim langsung melakukan observasi pada titik outlet IPAL, yaitu lokasi akhir pembuangan air limbah sebelum dialirkan ke badan sungai.

Hasilnya cukup menggembirakan. Secara visual, air limbah yang keluar terlihat jernih, menandakan proses pengolahan berjalan dengan baik.

Kolonel Inf Satyo Ariyanto menyampaikan bahwa berdasarkan hasil pengecekan langsung dan analisis awal terhadap sampel limbah cair, kondisi air masih dalam kategori normal.

“Dari hasil pengecekan di lapangan serta analisis sampel limbah cair di outlet IPAL, kami melihat kondisi air dalam keadaan jernih dan normal,” ujarnya kepada awak media.

Tidak hanya secara visual, hasil pengukuran parameter teknis juga menunjukkan angka yang sesuai standar. Berdasarkan data sistem pemantauan (sparing) milik perusahaan yang terhubung secara online dengan Kementerian Lingkungan Hidup, nilai pH tercatat sebesar 7,97 dengan suhu 24,4 derajat Celsius.

Nilai tersebut berada dalam rentang baku mutu yang telah ditetapkan pemerintah, sehingga menunjukkan bahwa proses pengolahan limbah berjalan sesuai prosedur yang berlaku.

IPAL Berfungsi Baik, Tapi Konsistensi Jadi Sorotan

Meski hasil sidak menunjukkan kondisi yang baik, Satgas Citarum Harum tidak serta-merta memberikan penilaian tanpa catatan. Kolonel Satyo menegaskan bahwa keberhasilan hari ini harus diikuti dengan konsistensi jangka panjang.

Menurutnya, pengelolaan limbah industri bukan hanya soal memenuhi standar sesaat, tetapi membutuhkan kedisiplinan tinggi secara berkelanjutan.

“Kami mengapresiasi kinerja IPAL yang sudah sesuai standar. Namun, yang paling penting adalah konsistensi. Jangan sampai hari ini baik, tapi ke depan justru menurun,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa pengawasan akan terus dilakukan secara berkala, bahkan tanpa pemberitahuan sebelumnya, untuk memastikan tidak ada pelanggaran yang luput dari pantauan.

Peran Strategis Satgas Citarum Harum

Langkah sidak yang dilakukan ini merupakan bagian dari strategi preventif Satgas Citarum Harum dalam menjaga kualitas lingkungan, khususnya di wilayah Karawang yang dikenal sebagai kawasan industri padat.

Program Citarum Harum sendiri merupakan upaya besar pemerintah dalam mengembalikan fungsi ekologis Sungai Citarum yang selama bertahun-tahun mengalami pencemaran akibat limbah industri dan domestik.

Dalam konteks ini, keberadaan IPAL menjadi sangat vital. Sistem ini berfungsi sebagai filter utama sebelum limbah dibuang ke sungai, sehingga kualitas air tetap terjaga dan tidak membahayakan ekosistem maupun masyarakat sekitar.

Kolonel Satyo menegaskan bahwa kelalaian dalam pengoperasian IPAL dapat berdampak luas, mulai dari pencemaran air hingga gangguan kesehatan masyarakat.

“Operasional IPAL tidak boleh lengah sedikit pun. Dampaknya sangat besar jika terjadi kesalahan,” katanya.

Sinergi dengan DLH Karawang

Selain melakukan pengawasan internal, Satgas Citarum Harum juga terus memperkuat sinergi dengan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Karawang.

Kerja sama ini meliputi patroli rutin, pengambilan sampel air, hingga evaluasi berkala terhadap kinerja pengelolaan limbah industri.

Dengan adanya kolaborasi ini, diharapkan pengawasan terhadap perusahaan-perusahaan di sepanjang aliran Sungai Citarum dapat dilakukan secara lebih efektif dan menyeluruh.

DLH Karawang sendiri memiliki peran penting dalam memastikan seluruh perusahaan mematuhi regulasi lingkungan, termasuk terkait baku mutu air limbah dan sistem pelaporan berbasis online.

Tantangan Pengelolaan Limbah Industri

Meski hasil sidak kali ini menunjukkan kondisi yang baik, tantangan dalam pengelolaan limbah industri masih cukup besar.

Karawang sebagai salah satu pusat industri nasional memiliki ratusan perusahaan yang beroperasi di berbagai sektor. Hal ini tentu membutuhkan pengawasan ekstra agar tidak terjadi pencemaran lingkungan.

Beberapa tantangan yang sering dihadapi antara lain:

Ketidakkonsistenan dalam operasional IPAL

Kurangnya perawatan fasilitas pengolahan limbah

Upaya penghematan biaya yang berpotensi mengabaikan aspek lingkungan

Karena itu, Satgas Citarum Harum menegaskan akan terus melakukan pengawasan ketat, termasuk melalui sidak mendadak seperti yang dilakukan di PT Pindodeli 2.

Komitmen Jangka Panjang

Ke depan, Satgas Citarum Harum berkomitmen untuk terus menjaga kualitas air Sungai Citarum melalui berbagai langkah strategis, mulai dari edukasi, penegakan hukum, hingga pengawasan langsung di lapangan.

Perusahaan juga diharapkan tidak hanya patuh terhadap regulasi, tetapi memiliki kesadaran penuh akan pentingnya menjaga lingkungan.

Pengelolaan limbah yang baik bukan hanya kewajiban hukum, tetapi juga bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan terhadap masyarakat dan lingkungan sekitar.

Dengan pengawasan yang konsisten dan sinergi antarinstansi, diharapkan Sungai Citarum dapat terus mengalami perbaikan kualitas air secara signifikan. (Rohendi/Pojokjabar)