Polisi Dalami Kematian Balita di Cibuaya Karawang, Makam Korban Akan Dibongkar

Polisi mendalami kasus kematian balita di Karawang yang diduga akibat penganiayaan.

POJOKJABAR.com, KARAWANG – Kasus kematian balita berinisial TP (1,5) di Desa Sukasari, Kecamatan Cibuaya, Kabupaten Karawang, mulai menemukan titik terang. Polisi kini meningkatkan status penanganan dari penyelidikan ke tahap penyidikan.


Langkah ini diambil setelah ditemukan sejumlah kejanggalan berupa luka-luka mencurigakan di tubuh korban yang diduga menjadi korban penganiayaan.

Kapolres Karawang AKBP Fiki N. Ardiansyah melalui Kasi Humas IPDA Cep Wildan menegaskan, pihaknya tengah mengusut serius kasus tersebut.

“Kami sudah menangani dugaan penganiayaan terhadap balita ini. Ibu kandung korban juga telah dimintai keterangan untuk mengungkap kronologi kejadian,” ujar Cep Wildan.


Tak berhenti di situ, polisi juga menjadwalkan pemeriksaan sejumlah saksi guna memperkuat alat bukti.

Bahkan, langkah lanjutan berupa ekshumasi atau pembongkaran makam korban tengah dipersiapkan untuk memastikan penyebab pasti kematian balita tersebut.

“Ekshumasi akan dilakukan sebagai bagian dari proses penyidikan,” tegasnya.

Peristiwa tragis ini bermula saat keluarga korban menerima panggilan dari ibu kandung korban untuk segera datang ke Klinik Azahra.

Namun saat tiba, kondisi korban sudah dalam keadaan kritis. Pihak klinik sempat merujuk korban ke RS Hastien, tetapi nyawa balita tersebut tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia dalam perjalanan.

Kecurigaan keluarga muncul setelah melihat kondisi jenazah korban yang dipenuhi luka tidak wajar.

Di antaranya memar di bagian dahi dan rahang, bekas gigitan, hingga luka yang diduga akibat cubitan di bagian dada dan paha.

Keluarga juga menilai sikap ibu kandung korban janggal karena tidak dapat memberikan penjelasan terkait luka-luka tersebut.

Atas dasar itu, pihak keluarga memastikan akan menempuh jalur hukum agar pelaku yang bertanggung jawab dapat diproses sesuai ketentuan undang-undang perlindungan anak.

Kasus ini kini menjadi perhatian serius aparat kepolisian untuk mengungkap fakta sebenarnya di balik kematian tragis balita tersebut. (Ega Nugraha/Pojokjabar)