TNI dan Warga Karawang Panen Jagung di Bantaran Citarum, Hasilnya Dibagikan Gratis

Anggota Kodim 0604/Karawang bersama warga memanen jagung di bantaran Sungai Citarum, Desa Walahar, sebelum didistribusikan ke masyarakat Kecamatan Pedes.

POJOKJABAR.com, KARAWANG – Komitmen TNI dalam memperkuat ketahanan pangan nasional kembali dibuktikan melalui aksi nyata di lapangan. Kodim 0604/Karawang bersama masyarakat berhasil memanen jagung di lahan bantaran Sungai Citarum, Desa Walahar, pada Jumat, 17 April 2026.


Kegiatan ini menjadi bagian dari program ketahanan pangan yang digagas TNI Angkatan Darat dengan memanfaatkan lahan yang sebelumnya tidak produktif. Kini, lahan tersebut mampu menghasilkan komoditas pangan yang bermanfaat bagi masyarakat sekitar.

Panen raya jagung ini dilakukan oleh Kompi Produksi Kodim 0604/Karawang dengan melibatkan langsung warga setempat. Kolaborasi ini tidak hanya menghasilkan panen yang melimpah, tetapi juga mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat.

Keberhasilan ini menunjukkan bahwa lahan tidur yang selama ini kurang dimanfaatkan, ternyata memiliki potensi besar jika dikelola secara optimal. Bantaran Sungai Citarum yang dulunya tidak produktif kini berubah menjadi sumber pangan baru.


Tidak hanya berhenti pada proses panen, hasil jagung tersebut juga langsung didistribusikan kepada masyarakat. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap kebutuhan pangan warga, khususnya di tengah tantangan ekonomi yang masih dirasakan sebagian masyarakat.

Salah satu titik distribusi dilakukan di Koramil 0405/Pedes. Warga Kecamatan Pedes terlihat antusias menerima bantuan jagung segar yang dibagikan secara langsung oleh jajaran TNI.

Danramil 0405/Pedes, Kapten CHK Oman, S.H., secara simbolis menyerahkan hasil panen kepada warga. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata kehadiran TNI di tengah masyarakat.

“Ini adalah hasil kerja keras bersama di lapangan. Kami ingin memastikan bahwa kehadiran TNI benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, pembagian jagung ini bukan sekadar bantuan pangan, tetapi juga memiliki makna yang lebih luas. Program ini menjadi simbol kebersamaan antara TNI dan rakyat dalam membangun ketahanan pangan yang kuat.

Kapten Oman juga menekankan bahwa kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi kepada masyarakat. Ia berharap warga dapat terinspirasi untuk memanfaatkan lahan kosong di lingkungan masing-masing menjadi sumber pangan produktif.

Langkah ini dinilai penting dalam mendorong kemandirian pangan di tingkat lokal. Dengan memanfaatkan potensi lahan yang ada, masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri sekaligus meningkatkan kesejahteraan.

Program ketahanan pangan yang dijalankan Kodim 0604/Karawang juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas pangan nasional. TNI berperan aktif sebagai motor penggerak di lapangan, bekerja sama dengan masyarakat untuk menciptakan solusi nyata.

Warga Kecamatan Pedes yang menerima bantuan mengaku sangat terbantu dengan adanya program ini. Selain mendapatkan bantuan pangan, mereka juga memperoleh pengetahuan baru mengenai pengelolaan lahan.

Beberapa warga bahkan mengaku termotivasi untuk mulai mengolah lahan kosong yang mereka miliki. Hal ini menunjukkan bahwa dampak program tidak hanya bersifat jangka pendek, tetapi juga berpotensi berkelanjutan.

Keberhasilan panen jagung ini menjadi bukti bahwa sinergi antara TNI dan masyarakat dapat menghasilkan dampak positif yang signifikan. Kolaborasi ini menjadi contoh nyata bagaimana program pemerintah dapat berjalan efektif jika didukung oleh partisipasi aktif masyarakat.

Selain itu, kegiatan ini juga memperkuat semangat “manunggal bersama rakyat” yang selama ini menjadi prinsip dasar TNI. Kehadiran TNI tidak hanya dalam aspek pertahanan, tetapi juga dalam membantu mengatasi persoalan sosial dan ekonomi masyarakat.

Kodim 0604/Karawang berharap program serupa dapat terus dikembangkan di wilayah lainnya. Dengan demikian, semakin banyak lahan yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung ketahanan pangan nasional.

Ke depan, program ini diharapkan mampu menciptakan kemandirian pangan di tingkat daerah. Tidak hanya bergantung pada pasokan dari luar, tetapi juga mampu memenuhi kebutuhan dari hasil produksi sendiri.

Upaya ini juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang dalam menghadapi berbagai tantangan, termasuk perubahan iklim dan fluktuasi harga pangan.

Dengan adanya keterlibatan langsung masyarakat, program ini diharapkan dapat terus berkelanjutan. Masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga menjadi pelaku utama dalam menjaga ketahanan pangan.

Kodim 0604/Karawang menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat melalui berbagai program yang berdampak langsung.

Panen jagung di bantaran Sungai Citarum ini menjadi salah satu bukti bahwa kerja sama antara TNI dan rakyat mampu menciptakan perubahan nyata.

Tidak hanya mengubah lahan tidur menjadi produktif, tetapi juga menumbuhkan semangat gotong royong dan kemandirian di tengah masyarakat. (Rohendi/Pojoksatu)