POJOKJABAR.com, KARAWANG – Aktivitas jual beli di Pasar Rengasdengklok mulai meningkat menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026. Ramainya pedagang dan pembeli membuat suasana pasar tradisional tersebut kembali hidup seperti pada era 1990-an.
Pemandangan berbeda terlihat di sepanjang jalan depan pasar lama. Sejumlah pedagang daging sapi musiman membuka lapak sederhana di pinggir jalan untuk melayani kebutuhan masyarakat selama bulan suci Ramadan hingga menjelang Lebaran.
Lapak-lapak pedagang biasanya berukuran kecil, sekitar dua hingga tiga meter persegi. Mereka menempati area mulai dari sekitar bekas kantor Koramil atau yang dikenal warga sebagai Gedung Jangkung hingga depan kantor Kecamatan Rengasdengklok lama.
Kehadiran pedagang musiman tersebut bukan hal baru bagi masyarakat setempat. Setiap tahun, lokasi berjualan sudah terbagi secara tidak resmi dan menjadi tradisi yang selalu muncul menjelang Idul Fitri.
Salah seorang pedagang daging sapi musiman yang akrab disapa Empay mengatakan harga daging tahun ini masih tergolong stabil. Menurutnya, harga yang dipatok pedagang relatif masih dapat diterima oleh masyarakat.
“Kalau dibilang murah memang tidak terlalu murah, tapi juga tidak mahal. Saat ini kami menjual daging sapi sekitar Rp150.000 per kilogram dan kebanyakan pembeli masih bisa menerima harga itu,” ujar Empay saat ditemui wartawan, Senin (16/3/2026).
Empay menambahkan, meningkatnya permintaan biasanya terjadi beberapa hari menjelang Lebaran, ketika masyarakat mulai menyiapkan berbagai kebutuhan hidangan khas Idul Fitri. (Asbel/Pojokjabar)