RSUD Jatisari Buka Poli Jantung, Layani Sesak Napas Hingga Treadmill Test

Dokter Spesialis Jantung dr. T. Rifqi Hasmi saat memberikan penjelasan terkait layanan Poli Jantung di RSUD Jatisari, Selasa (24/2/2026).

POJOKJABAR.com, KARAWANG – RSUD Jatisari resmi menghadirkan layanan Poli Jantung sebagai bagian dari upaya memperluas pelayanan kesehatan, khususnya dalam penanganan penyakit kardiovaskular di Kabupaten Karawang.


Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah, dr. T. Rifqi Hasmi, M.Ked (Cardio), Sp.JP., FIHA, yang baru bergabung di RSUD Jatisari, mengatakan bahwa kehadiran poli ini bertujuan memberikan akses layanan kesehatan jantung yang lebih dekat, cepat, dan komprehensif bagi masyarakat.

“RSUD Jatisari sekarang sudah memiliki pelayanan poli jantung. Ini dalam rangka memperluas pelayanan kesehatan, terutama di bidang jantung,” ujarnya, Selasa (24/2/2026).

Layanan Poli Jantung dibuka tiga hari dalam sepekan, yakni setiap Selasa dan Kamis pukul 16.00–18.30 WIB, serta Sabtu pukul 15.00–17.00 WIB. Dengan jadwal tersebut, masyarakat dapat menyesuaikan waktu pemeriksaan tanpa harus dirujuk ke rumah sakit yang lebih jauh.


Poli Jantung melayani konsultasi spesialis untuk berbagai keluhan seperti sesak napas, nyeri dada, dada berdebar, hipertensi, hingga kondisi mudah lelah yang berkaitan dengan gangguan jantung. Selain konsultasi, poli ini juga menangani sejumlah penyakit jantung seperti gagal jantung, aritmia, penyakit jantung koroner, serta penyakit jantung bawaan.

Tidak hanya fokus pada pengobatan, layanan ini juga menyediakan pemeriksaan dan pencegahan, termasuk medical check-up jantung serta edukasi preventif kepada masyarakat agar lebih memahami faktor risiko penyakit kardiovaskular sejak dini.

Untuk menunjang proses diagnosis, RSUD Jatisari telah melengkapi fasilitas dengan sejumlah alat medis modern, di antaranya EKG (Elektrokardiogram) untuk merekam aktivitas listrik jantung, ekokardiografi atau USG jantung untuk melihat struktur dan fungsi jantung secara visual, serta treadmill test guna menguji kemampuan jantung saat aktivitas fisik.

“Alhamdulillah, pemeriksaannya sudah lengkap. EKG untuk rekam listrik jantung, ekokardiografi atau USG khusus jantung, dan treadmill test untuk uji latih kemampuan jantung,” jelas dr. Rifqi.

Terkait layanan bagi peserta BPJS Kesehatan, dr. Rifqi menyampaikan bahwa saat ini kerja sama masih dalam tahap proses administrasi. Ia memperkirakan pelayanan BPJS dapat berjalan pada pertengahan Mei 2026. Untuk sementara waktu, layanan Poli Jantung masih diperuntukkan bagi pasien umum serta kebutuhan medical check-up.

“Untuk BPJS masih dalam proses. Insya Allah kemungkinan pertengahan Mei sudah bisa berjalan. Untuk saat ini pelayanan masih untuk pasien umum dan medical check-up,” katanya.

Mengenai jumlah pasien per hari, pihak rumah sakit belum menetapkan pembatasan khusus. Selama masih dalam jam operasional poliklinik, seluruh pasien yang datang akan tetap dilayani.

“Selama masih dalam jam poliklinik, semua tetap kami layani,” tegasnya. (Ega Nugraha/Pojoksatu)