Bupati Karawang Pimpin Korve di Pantai Tangkolak

Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh memimpin langsung korve massal bersama Forkopimda di kawasan Pantai Mangrove Tangkolak, Cilamaya Wetan.

POJOKJABAR.com, KARAWANG – Pemerintah Kabupaten Karawang langsung mengeksekusi instruksi Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, terkait penguatan kebersihan dan keasrian lingkungan. Aksi nyata tersebut ditunjukkan melalui kegiatan korve massal di kawasan wisata Pantai Mangrove Tangkolak, Desa Sukakerta, Kecamatan Cilamaya Wetan, Sabtu (7/2).


Korve dipimpin langsung Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh, melibatkan unsur Forkopimda, ASN, TNI, Polri, hingga elemen masyarakat seperti Rescue Karang Taruna. Seluruh peserta turun langsung membersihkan sampah dan menata area pantai tanpa agenda seremonial.

Bupati Aep menegaskan, kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut langsung arahan Presiden yang disampaikan dalam rapat koordinasi nasional bersama kepala daerah dan unsur TNI-Polri.

“Presiden ingin Indonesia bersih dan asri. Hari ini kita buktikan, bukan sekadar rapat atau simbolik. Kita hadir di lapangan, bekerja, dan hasilnya bisa langsung dirasakan masyarakat,” ujar Bupati Aep di sela kegiatan.


Menurutnya, kehadiran seluruh unsur pemerintahan harus memberikan dampak konkret, terutama di kawasan wisata yang bersentuhan langsung dengan masyarakat dan pengunjung.

Ia juga mengapresiasi para ASN yang tetap hadir meski kegiatan dilakukan di hari libur.

“Saya tahu ini hari Sabtu, waktunya keluarga. Tapi apa yang kita lakukan hari ini bernilai ibadah dan membawa manfaat besar bagi Karawang,” katanya.

Pantai Mangrove Tangkolak dipilih karena memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata edukasi pesisir. Bupati Aep menyebut kawasan tersebut sebagai salah satu ikon wisata di pesisir Cilamaya yang akan terus dikembangkan secara bertahap.

Pemerintah daerah, kata dia, telah menginstruksikan dinas terkait untuk meningkatkan infrastruktur pendukung wisata, termasuk akses, kebersihan, dan fasilitas umum.

Tak hanya soal lingkungan, Bupati Aep juga mengungkapkan adanya dukungan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk pengembangan kawasan Kampung Nelayan di sekitar Tangkolak agar lebih tertata dan meningkatkan kesejahteraan warga pesisir.

“Nelayan adalah pahlawan ekonomi pesisir. Mereka bekerja di laut dengan risiko tinggi, karena itu negara harus hadir,” tegasnya.

Sebagai bentuk perlindungan, Pemkab Karawang memastikan para nelayan telah mendapatkan jaminan sosial melalui BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan.

Untuk memastikan gerakan kebersihan berjalan berkelanjutan, Bupati Aep juga menerbitkan Surat Edaran melalui Dinas Pendidikan. Seluruh satuan pendidikan, mulai dari SD, SMP hingga Madrasah, diwajibkan menjalankan program Jumat Bersih.

“Saya tidak ingin gerakannya ada tapi fasilitasnya tidak siap. Tempat sampah harus tersedia, pengelolaan harus jelas, semuanya harus terintegrasi,” tandasnya.

Kegiatan korve ditutup dengan peninjauan fasilitas wisata mangrove dan pembersihan menyeluruh kawasan pantai. Pemerintah daerah berharap aksi ini menjadi contoh sekaligus pemantik kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan sebagai modal utama pengembangan pariwisata Karawang. (Rohendi/Pojokjabar)