DokVie Pimpin Jabar Bergerak Karawang, Fokus Sosial dan UMKM

Ketua Jabar Bergerak Karawang dr. Evie Ratna Dewi (kanan)

POJOKJABAR.com, KARAWANG – Kepemimpinan baru Jabar Bergerak Karawang langsung diwarnai dengan langkah cepat dan program nyata. Usai resmi dilantik sebagai Ketua Jabar Bergerak Karawang, dr. Evie Ratna Dewi, S.A., SH., MARS., Ch., CHt. atau yang akrab disapa DokVie, langsung memulai serangkaian program sosial dan pemberdayaan ekonomi yang menyasar kebutuhan langsung masyarakat.


DokVie menegaskan, Jabar Bergerak Karawang akan berperan sebagai mitra strategis pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat dengan mengedepankan kolaborasi lintas sektor. Menurutnya, keberhasilan program sosial tidak bisa dijalankan secara parsial, melainkan membutuhkan sinergi yang kuat.

Sebagai langkah awal, DokVie berencana melakukan silaturahmi dan koordinasi dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Karawang. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat komunikasi serta memastikan program Jabar Bergerak Karawang sejalan dengan kebijakan pemerintah daerah.

Selain itu, Jabar Bergerak Karawang juga berkomitmen mengimplementasikan seluruh program Jabar Bergerak tingkat pusat agar arah gerakan tetap terintegrasi dari pusat hingga daerah.


Di bidang sosial dan keagamaan, Jabar Bergerak Karawang meluncurkan program Sedekah Jumat Berkah dan Sedekah Subuh. Program ini melibatkan seluruh pengurus dengan komitmen menyisihkan sedekah minimal Rp1.000 per hari melalui celengan yang telah disiapkan.

Dana yang terkumpul akan disalurkan langsung kepada masyarakat melalui kegiatan keliling subuh, sehingga bantuan dapat dirasakan secara langsung oleh warga yang membutuhkan.

Program unggulan lainnya adalah KATEM (Karawang Tanpa Emok) yang dijalankan bersama Jabar Bergerak. Program ini tidak hanya difokuskan pada pembangunan karakter sosial dan pengendalian emosi, tetapi juga dikembangkan sebagai program pemberdayaan ekonomi bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Melalui program KATEM, Jabar Bergerak Karawang menyalurkan bantuan modal usaha sebesar Rp3 juta kepada setiap pelaku UMKM dengan skema tanpa bunga atau tanpa riba. Program ini dirancang untuk membantu pelaku usaha kecil agar dapat berkembang tanpa terbebani sistem pinjaman yang memberatkan.

Penerima bantuan modal akan melalui proses seleksi yang melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah desa, tokoh masyarakat, hingga organisasi kemasyarakatan. Proses ini diperkuat dengan penandatanganan fakta integritas guna memastikan transparansi dan tanggung jawab bersama.

Pengembalian modal dilakukan secara bertahap dari keuntungan usaha, yakni sebesar Rp250 ribu per minggu. Dengan skema tersebut, modal usaha ditargetkan lunas dalam waktu sekitar tiga bulan dan selanjutnya akan diputar kembali untuk membantu pelaku UMKM lainnya.

“Sistem ini kami rancang agar manfaatnya berkelanjutan dan bisa dirasakan oleh lebih banyak masyarakat,” jelas DokVie.

Sebelum pencairan modal, para penerima manfaat juga akan mendapatkan pembekalan berupa pendidikan dan pelatihan kewirausahaan. Materi pelatihan meliputi manajemen usaha, pengelolaan keuangan, hingga strategi pengembangan bisnis agar usaha dapat bertahan dan berkembang.

Tak hanya fokus pada sosial dan ekonomi, Jabar Bergerak Karawang di bawah kepemimpinan DokVie juga memberi perhatian besar pada penguatan generasi muda. Program penyuluhan ke sekolah-sekolah akan digencarkan, mencakup edukasi seks dini, bahaya penyalahgunaan NAFZA, motivasi melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, serta pelatihan keterampilan bagi siswa yang memilih langsung bekerja.

DokVie menegaskan, Jabar Bergerak Karawang ingin hadir sebagai gerakan yang memberikan dampak nyata dan berkelanjutan.

“Kami ingin masyarakat benar-benar merasakan manfaat kehadiran Jabar Bergerak Karawang. Sosial berjalan, edukasi berjalan, ekonomi juga harus bergerak. Semua dilakukan dengan kolaborasi dan niat baik,” pungkasnya. (Ega Nugraha/Pojokjabar)