POJOKJABAR.com, KARAWANG – Satu tahun kepemimpinan Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh bersama Wakil Bupati H. Maslani dinilai menunjukkan arah yang jelas dalam merealisasikan visi Karawang Maju. Penilaian tersebut disampaikan oleh Ust. Sunarto, Koordinator Forum Aktivis Islam Kabupaten Karawang, saat dimintai tanggapan terkait kinerja Pemerintah Kabupaten Karawang selama satu tahun terakhir.
Ust. Sunarto menyampaikan bahwa secara umum pemerintahan Aep–Maslani berada pada jalur yang tepat dan konsisten. Ia menilai, berbagai kebijakan yang dijalankan menunjukkan kesinambungan dan tidak mengalami hambatan berarti karena sistem pemerintahan sudah berjalan sejak periode sebelumnya.
“Setahun kepemimpinan Bapak Aep Syaepuloh dan Bapak Maslani kami nilai positif. Komitmen Karawang Maju semakin terasa direalisasikan dan sampai hari ini masih berada di track yang benar,” ujar Ust. Sunarto kepada PojokSatu.id.
Meski memberikan apresiasi, Forum Aktivis Islam tetap mendorong agar Pemerintah Kabupaten Karawang menjaga konsistensi pembangunan, terutama dalam hal pemerataan infrastruktur. Menurutnya, pembangunan tidak boleh terpusat di wilayah perkotaan saja, melainkan harus menjangkau hingga pelosok desa.
“Kami berharap pemerataan infrastruktur benar-benar menyentuh desa-desa. Jangan sampai terjadi ketimpangan antara wilayah perkotaan dan pedesaan, karena keadilan pembangunan menjadi kunci kemajuan daerah,” katanya.
Ust. Sunarto juga menilai, salah satu keunggulan pemerintahan Aep–Maslani adalah keberanian mengeksekusi janji kampanye sejak awal masa jabatan. Ia menyebut, banyak program yang dijanjikan langsung dijalankan tanpa menunggu waktu lama untuk penyesuaian.
“Janji kampanye Aep–Maslani kami nilai sebagai janji yang langsung dikerjakan. Karena sistem pemerintahan sudah berjalan sejak periode sebelumnya, maka tidak memerlukan waktu lama untuk melanjutkan target-target pembangunan,” jelasnya.
Selain pembangunan fisik, perhatian pemerintah daerah terhadap bidang keagamaan juga mendapat sorotan positif dari Forum Aktivis Islam. Menurut Ust. Sunarto, pemerintahan Aep Syaepuloh dan Maslani menunjukkan komitmen yang kuat terhadap penguatan nilai-nilai Islam dengan menempatkan agama sebagai fondasi pembentukan karakter masyarakat.
Ia mengungkapkan, salah satu kebijakan yang diapresiasi adalah alokasi anggaran besar untuk kesejahteraan guru ngaji dan tenaga keagamaan. Pemerintah Kabupaten Karawang disebut telah menyalurkan anggaran sekitar Rp25 miliar untuk insentif puluhan ribu guru ngaji, marbot masjid, amil, serta guru madrasah seperti DTA, TPQ, MI, MTs, dan RA.
“Ini bentuk keberpihakan nyata kepada para penggerak dakwah dan pendidikan Islam. Guru ngaji dan tenaga keagamaan memiliki peran besar dalam membangun akhlak masyarakat,” ucapnya.
Selain itu, Forum Aktivis Islam juga mencatat adanya peningkatan anggaran Bantuan Operasional Pendidikan Formal (BOPF) bagi lembaga Diniyah Takmiliyah Awaliyah (DTA) pada tahun 2025 menjadi Rp15 miliar. Kebijakan tersebut dinilai sebagai langkah strategis untuk memperkuat pendidikan keagamaan dasar di Kabupaten Karawang.
Ust. Sunarto menambahkan, perhatian pemerintah daerah juga terlihat melalui kebijakan perlindungan sosial bagi tenaga keagamaan. Sebagian insentif diarahkan untuk kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, sehingga para pengajar agama mendapatkan jaminan perlindungan kerja.
Di sektor pendidikan, ia menilai pendekatan pemerintah daerah dalam menangani persoalan kedisiplinan pelajar patut diapresiasi. Pemerintahan Aep–Maslani dinilai memilih pendekatan religius dengan memperbanyak kegiatan keagamaan di sekolah, baik negeri maupun swasta, sebagai upaya pembentukan karakter.
“Bukan ke barak, tapi ke masjid. Pendekatan spiritual ini kami nilai lebih efektif dalam membentuk karakter dan akhlak generasi muda,” ungkapnya.
Forum Aktivis Islam juga menyoroti peran aktif pemerintah daerah dalam memfasilitasi berbagai kegiatan besar keagamaan sebagai bagian dari syiar Islam di Karawang. Selain itu, sinergi antara pemerintah dan tokoh agama dinilai cukup baik melalui komunikasi yang terus dibangun dengan MUI serta berbagai organisasi keagamaan, termasuk forum pondok pesantren.
Namun demikian, Ust. Sunarto mendorong agar komunikasi tersebut terus diperluas, khususnya dengan melibatkan para aktivis Islam sebagai bagian dari elemen strategis umat dalam pembangunan daerah.
Di akhir pernyataannya, Ust. Sunarto menyampaikan doa dan harapan agar Kabupaten Karawang terus berkembang secara seimbang, baik dari sisi infrastruktur, kualitas sumber daya manusia, maupun akhlak masyarakat dan para pemimpinnya.
“Kami mendoakan semoga Karawang semakin maju, infrastrukturnya merata, SDM-nya meningkat, dan akhlak masyarakat serta para pemimpinnya semakin baik,” pungkasnya. (Ega Nugraha/Pojoksatu)