POJOKJABAR.com, KARAWANG – Keluhan warga terkait bau menyengat dari limbah pengolahan tempe kembali mencuat di Dusun Wates RT 001/002, Desa Pancawati, Kabupaten Karawang. Aroma tidak sedap tersebut diduga berasal dari saluran irigasi Kamojing yang mengalami kekeringan dan pendangkalan, Selasa (3/2/2026).
Kondisi saluran irigasi yang menyempit disebabkan pergeseran serta pengendapan tanah. Selain itu, bagian penahan tanggul juga dilaporkan mengalami pengikisan, sehingga aliran air tidak lagi optimal dan limbah mudah mengendap.
Kepala Desa Pancawati, Enjuh Juhana, S.H., M.H., membenarkan adanya laporan dari masyarakat maupun aparatur desa terkait persoalan tersebut. Menurutnya, bau limbah tempe yang kembali tercium sangat mengganggu kenyamanan warga sekitar.
“Irigasi sudah kembali tercemar. Masyarakat kasihan karena harus mencium bau tidak sedap setiap hari. Kami sudah berulang kali menyampaikan hal ini kepada BBWS dan PJT II, namun hingga kini belum ada langkah nyata di lapangan,” ujar Enjuh.
Ia menegaskan, Pemerintah Desa Pancawati berharap instansi berwenang seperti Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) dan Perum Jasa Tirta (PJT) II segera turun tangan, khususnya untuk menangani persoalan di kawasan sentra pengrajin tempe.
Lebih lanjut, Enjuh mengungkapkan bahwa pihak desa sebenarnya telah memfasilitasi musyawarah dengan para pengrajin tempe terkait rencana relokasi tempat usaha. Namun hingga kini, belum tercapai kesepakatan bersama.
“Tidak jauh dari lokasi saat ini, ada lahan sekitar satu hektare di Dusun Wates RT 004/002 yang rencananya akan dijual. Kami menilai akan lebih baik jika para pengusaha tempe bisa dipusatkan di sana dan dikembangkan menjadi Kampung Tempe,” jelasnya.
Sayangnya, menurut Enjuh, belum terlihat respons serius dari pihak pengelola usaha tempe terhadap rencana tersebut. Ia menegaskan bahwa pemerintah desa tidak memiliki kepentingan bisnis dalam usulan relokasi ini.
“Kami tidak mencari keuntungan apa pun. Tujuan kami sederhana, agar warga bisa hidup lebih nyaman dan para pengrajin tempe juga dapat menjalankan usahanya dengan tenang dan berkelanjutan,” pungkasnya. (Ega Nugraha/Pojoksatu)