Jelang Nataru, Pertamina Perketat Distribusi BBM dan LPG di Cirebon

POJOKJABAR.com, Cirebon – Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026, PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat (JBB) memastikan kesiapan penuh distribusi energi.


Hal itu ditegaskan melalui Sosialisasi Satuan Tugas (Satgas) Nataru yang digelar di Cirebon, Kamis, 18 Desember 2025.

Sales Area Manager Pertamina Patra Niaga Area Cirebon, Rifki, mengatakan Pertamina telah menyiapkan infrastruktur penyaluran energi untuk mengantisipasi lonjakan konsumsi selama libur akhir tahun, khususnya di wilayah Cirebon dan sekitarnya.

Di wilayah tersebut, Pertamina mengoperasikan 170 SPBU untuk kendaraan umum, tujuh SPBUN untuk nelayan di Cirebon dan Indramayu, satu SPBB untuk kapal besar, 72 Pertashop, serta 149 pangkalan LPG 3 kilogram.


Selain itu, tersedia 18 SPBE dan fasilitas perbaikan tabung LPG, baik PSO maupun non-PSO.

“Kami juga menyiapkan enam SPBU motoris, 10 SPBU kantong, dua SPBU modular, serta 142 agen LPG PSO siaga untuk memastikan pelayanan tetap optimal,” ujar Rifki.

Pertamina memproyeksikan puncak arus Nataru terjadi pada 23–24 Desember 2025, sementara arus balik diperkirakan pada 28 Desember 2025.

Dari sisi konsumsi, permintaan BBM jenis Pertalite dan Pertamax diprediksi naik sekitar 3 persen, disusul Gas Oil yang juga meningkat 3 persen.

Sebaliknya, penyaluran LPG diperkirakan turun sekitar 0,4 persen dibandingkan kondisi normal.

Untuk menjaga kelancaran distribusi, Pertamina menyiagakan 109 SPBU yang beroperasi 24 jam di jalur tol, jalur wisata, dan lintas utama, serta layanan motoris guna mengantisipasi kemacetan dan kondisi darurat.

Sementara itu, Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat mencakup wilayah DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat.

Di kawasan ini, Pertamina mengoperasikan enam Fuel Terminal (FT), yakni Terminal Balongan, Tanjung Gerem, Terminal Jakarta, Terminal Bandung Group, dan Terminal Tasikmalaya.

Selain itu, terdapat empat terminal LPG dan lima Aviation Fuel Terminal (AFT) yang terintegrasi dengan bandara.

Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional JBB, Susanto August Satria, memastikan seluruh infrastruktur tersebut siap beroperasi optimal selama masa Satgas Nataru.

“Tahun ini masa Satgas Nataru dimulai lebih awal, yakni sejak 15 November 2025 hingga 13 Januari 2026. Biasanya hanya H-7 Natal sampai H+7 Tahun Baru, namun kami perpanjang untuk mengantisipasi peningkatan mobilitas masyarakat,” jelasnya.

Dalam pelaksanaannya, Pertamina Regional JBB mengusung empat pilar layanan Satgas Nataru, meliputi mitigasi risiko, program dan atensi, serta layanan tambahan.

Salah satunya melalui kehadiran dua unit Serambi MyPertamina di Rest Area KM 57 dan KM 43A, serta sembilan mini Serambi MyPertamina di jalur wisata.

Layanan ini dilengkapi fasilitas istirahat dan pemeriksaan kesehatan gratis, seperti cek tekanan dan gula darah.

Pada kesempatan yang sama, Pertamina juga memaparkan peran strategis Integrated Terminal Pertamina Balongan di Kabupaten Indramayu.

Kompleks yang terdiri dari Terminal BBM dan Terminal LPG ini memiliki luas sekitar 60 hektare dengan kapasitas penyimpanan mencapai 650 ribu kiloliter, menjadikannya salah satu terminal energi terbesar di Indonesia.

Integrated Terminal Balongan Gema menjelaskan, terminal tersebut tidak hanya menyuplai BBM dan LPG untuk wilayah Ciayumajakuning, tetapi juga berfungsi sebagai terminal transit nasional yang mendukung distribusi energi ke Kalimantan, Makassar, hingga Ambon.

“Untuk operasional harian, Terminal BBM Balongan menyalurkan sekitar 2.500 hingga 3.400 kiloliter BBM per hari, sementara Terminal LPG Balongan menyalurkan 1.500 hingga 2.000 metrik ton per hari,” ungkapnya.

Selain itu, terminal LPG swasta di wilayah Patrol turut menopang pasokan dengan volume penyaluran sekitar 900–1.000 metrik ton per hari.

Untuk mendukung distribusi, Pertamina menyiapkan 58 unit mobil tangki berkapasitas total 1.205 kiloliter serta ratusan awak mobil tangki yang bekerja bergantian.

“Jika terjadi gangguan di salah satu terminal, kami telah menyiapkan skema operasi alternatif dan darurat yang akan dibackup terminal Pertamina terdekat,” tegas Gema.

Dengan kesiapan infrastruktur, layanan tambahan, dan mitigasi risiko yang matang, Pertamina Patra Niaga optimistis pasokan energi selama Nataru 2025/2026 di wilayah Cirebon dan Regional Jawa Bagian Barat dapat berjalan aman, lancar, dan terkendali.