Skip to content
Pojok Jabar
Rabu, 7 Oktober 2026

KAI Sulap Stasiun Cirebon Jadi Panggung Seni, 15 Pelukis hingga Tari Topeng Ramaikan Mini Fair

, · 12:55 WIB ·

POJOKJABAR.com  – Suasana berbeda terlihat di Stasiun Cirebon, Rabu (30/9/2026). Aktivitas penumpang yang biasanya identik dengan keberangkatan dan kedatangan kereta, kali ini berpadu dengan goresan kuas, karya kriya hingga pertunjukan seni tradisional Cirebon.

Advertisement

PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 3 Cirebon menggelar KAI Mini Fair yang menghadirkan seni, budaya dan interaksi langsung antara jajaran KAI dengan pelanggan.

Sejumlah kegiatan digelar dalam agenda tersebut, mulai dari Nglukis on Station, pameran seni rupa hingga Sapa Pelanggan. Kegiatan ini juga melibatkan seniman, komunitas budaya, mahasiswa dan pemerintah daerah.

Sebanyak 15 seniman lukis sketsa turut ambil bagian dalam Nglukis on Station. Mereka berkarya langsung di lingkungan stasiun, menjadikan aktivitas perjalanan penumpang sebagai bagian dari objek dan suasana yang dituangkan ke dalam karya seni.

Advertisement

Kegiatan dibuka secara simbolis dengan goresan pertama pada kanvas serta pahatan awal pada relief kriya handmade.

Tak hanya lukisan, pengunjung juga dapat melihat pameran lukisan kaca karya Darmono serta karya kriya handmade berbahan logam karya Budhi Brasco yang dipajang di selasar Stasiun Cirebon.

Kehadiran karya tersebut sekaligus menjadi upaya memperkenalkan seni lokal kepada masyarakat yang datang dari berbagai daerah melalui Stasiun Cirebon.

Nuansa budaya Cirebon semakin kuat dengan keterlibatan Dinas Kebudayaan Kota Cirebon yang menghadirkan pameran Topeng Cirebon.

Sementara itu, Cirebon Culture Expo Mahasiswa PPG Calon Guru 2026 UMC turut memamerkan maket Stasiun Cirebon dan peta wilayah Cirebon serta daerah sekitarnya. Uniknya, karya tersebut dibuat menggunakan media bubur kertas.

Suasana semakin meriah dengan penampilan tari topeng dari Sanggar Seni Sekar Pandan. Pertunjukan tersebut menjadi hiburan bagi pelanggan sekaligus memperkenalkan seni pertunjukan tradisional Cirebon kepada masyarakat yang berada di stasiun.

Di sela rangkaian kegiatan, jajaran manajemen KAI Daop 3 Cirebon juga melakukan Sapa Pelanggan. Mereka turun langsung menyambangi penumpang dan memberikan souvenir sebagai bentuk apresiasi.

Pelanggan juga diberi kesempatan menyampaikan pengalaman serta masukan mengenai fasilitas dan pelayanan di Stasiun Cirebon.

Manager Humas KAI Daop 3 Cirebon, Muhibbuddin, mengatakan kegiatan tersebut menjadi salah satu cara KAI membangun kedekatan dengan pelanggan sekaligus memberikan ruang bagi seni dan budaya lokal untuk hadir di ruang publik.

“Melalui KAI Mini Fair ini, kami ingin menghadirkan pengalaman yang lebih dari sekadar perjalanan kereta api. Pelanggan dapat berinteraksi langsung dengan jajaran KAI, menyampaikan pengalaman dan masukannya, sekaligus menikmati karya seni dan pertunjukan budaya Cirebon di lingkungan stasiun,” ujar Muhibbuddin.

Menurutnya, keterlibatan seniman, komunitas dan pemerintah daerah menunjukkan pentingnya kolaborasi dalam menjaga keberadaan seni dan budaya lokal.

Muhibbuddin berharap kegiatan seperti Nglukis on Station, pameran seni rupa dan pertunjukan budaya dapat menjadi ruang untuk memperkenalkan kekayaan Cirebon kepada masyarakat dari berbagai daerah.

“Dengan kolaborasi ini, stasiun tidak hanya menjadi tempat mobilitas, tetapi juga dapat menjadi ruang apresiasi, interaksi, dan pelestarian budaya,” katanya.

Ditulis oleh dired10