JABAR.POJOKSATU.id – Insan Koperasi Syariah Indonesia (IKOSINDO) menggelar Musyawarah Nasional (Munas) III Tahun 2026 yang dirangkai dengan Seminar Nasional di Hotel Salak The Heritage, Bogor, pada 23–24 Juni 2026. Kegiatan tersebut menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus memperkuat peran koperasi syariah dalam menghadapi tantangan ekonomi global.
Mengusung tema “Memperkuat Sinergi Profesionalitas dan Kolaborasi Koperasi Syariah dalam Menghadapi Krisis Global dan Mendorong Kemandirian Ekonomi Indonesia”, forum ini dihadiri ratusan peserta dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Pulau Jawa, Sumatra, Kalimantan hingga Nusa Tenggara Barat.
Pelaksana Tugas Ketua IKOSINDO, Wawan Wikasno, mengatakan penyelenggaraan Munas di kawasan penyangga ibu kota bertujuan agar pesan dan gagasan yang dihasilkan dapat menjangkau lebih banyak pemangku kepentingan di tingkat nasional.
Menurutnya, kondisi ekonomi global yang penuh ketidakpastian menuntut adanya kolaborasi yang kuat di antara seluruh pelaku ekonomi syariah. Ia menegaskan bahwa konsep sinergi dan kebersamaan merupakan nilai penting dalam Islam untuk membangun kekuatan ekonomi umat.
“Dalam perspektif Islam, sinergi dan kebersamaan merupakan fondasi penting dalam membangun kekuatan ekonomi umat. Tidak mungkin ekonomi kita tumbuh dengan baik apabila berjalan sendiri-sendiri. Islam mendorong umatnya untuk bersinergi, karena tangan Allah bersama jamaah,” ujar Wawan.
Ia menilai koperasi syariah memiliki posisi strategis dalam menjaga ketahanan ekonomi masyarakat karena mengedepankan prinsip keadilan, kemitraan, dan saling menguntungkan dalam setiap transaksi.
Selain berperan dalam penguatan sektor ekonomi kerakyatan dan pemberdayaan UMKM, jaringan IKOSINDO juga aktif melalui Baitul Maal dalam berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan, termasuk membantu penanganan bencana di berbagai daerah.
Ke depan, IKOSINDO berkomitmen memperkuat kolaborasi antara koperasi syariah, pemerintah, dan pelaku usaha untuk membangun ekosistem ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Melalui Munas ini, organisasi juga ingin menyampaikan aspirasi serta kontribusi nyata koperasi syariah kepada pemerintah.
“Kami ingin pemerintah mendengar langsung bagaimana kontribusi nyata para pelaku koperasi syariah yang tersebar di seluruh pelosok Indonesia,” katanya.
Wawan optimistis perkembangan koperasi syariah dalam lima hingga sepuluh tahun mendatang akan semakin pesat apabila didukung kebijakan dan regulasi yang berpihak pada penguatan ekonomi syariah.
Selain agenda organisasi, peserta juga mengikuti Seminar Nasional yang menghadirkan sejumlah tokoh nasional, regulator, dan praktisi ekonomi syariah. Materi yang disampaikan berfokus pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia, profesionalisme kelembagaan, serta penguatan pemahaman ekonomi syariah.
Forum tersebut juga menjadi ajang mempererat silaturahmi dan memperluas jejaring antarpelaku koperasi syariah dari berbagai daerah di Indonesia.
Sebagai organisasi yang menaungi insan koperasi syariah nasional, IKOSINDO menegaskan keterbukaannya bagi seluruh pihak yang ingin berkontribusi dalam pengembangan ekonomi syariah di Indonesia.
“IKOSINDO bukan hanya untuk lembaga keuangan syariah, tetapi bagi seluruh insan yang ingin bersama-sama membangun dan memperkuat ekonomi syariah Indonesia,” tutup Wawan.