Program ini hadir sebagai ruang pemulihan sekaligus pemberdayaan bagi Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang telah pulih.
Di Lentera Jiwa, para penyintas tidak hanya mendapatkan pendampingan, tetapi juga kesempatan untuk mengasah keterampilan.
Keterlibatan para penyintas dilakukan secara menyeluruh, dari proses produksi hingga pengemasan.
Ating Nugraha, Local Hero Lentera Jiwa, menilai dampak program ini melampaui aspek ekonomi.
“Setelah adanya Program Lentera Jiwa saat ini masyarakat dan pemerintah di wilayah Pangauban ikut memberikan perhatian baik kepada Sahabat Jiwa itu sendiri maupun kepada keluarganya.Selain itu, Sahabat Jiwa diperlakukan sebagaimana masyarakat pada umumnya” ungkap Ating.
Hingga kini, sebanyak 16 ODGJ yang telah pulih terlibat aktif dalam program ini.
Lebih dari itu, Lentera Jiwa juga mendorong peningkatan kepercayaan diri, kemampuan interaksi sosial, serta penerimaan masyarakat terhadap para penyintas.
Sebagai bagian dari pembinaan, Pertamina Patra Niaga Regional JBB memberikan pelatihan peningkatan kapasitas, pendampingan usaha, hingga dukungan pemasaran.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional JBB, Susanto August Satria, menegaskan bahwa Lentera Jiwa merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menghadirkan dampak sosial yang inklusif.
“Kami percaya setiap individu memiliki potensi untuk berkembang dan berdaya. Melalui program Lentera Jiwa, Pertamina ingin membuka peluang bagi ODGJ yang telah pulih untuk kembali percaya diri, mandiri, dan berkontribusi aktif di masyarakat,” ujar Satria.
Program ini juga sejalan dengan upaya mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada poin kehidupan sehat dan sejahtera, pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, serta pengurangan kesenjangan.