POJOKJABAR.com, PURWAKARTA – Dunia media sosial dihebohkan dengan beredarnya sebuah video yang diduga memperlihatkan sekelompok orang tengah berpesta narkoba jenis sabu di wilayah Purwakarta, Jawa Barat.
Video tersebut viral dalam beberapa hari terakhir dan memicu perhatian publik, terutama warga Purwakarta. Dalam rekaman yang beredar luas di media sosial dan aplikasi percakapan, tampak sekitar enam hingga tujuh orang berada dalam satu lokasi tertutup yang diduga sedang terlibat pesta narkoba.
Belum diketahui secara pasti siapa saja orang dalam video tersebut. Namun, informasi yang beredar menyebut lokasi kejadian diduga berada di salah satu rumah milik kepala desa.
Diduga lokasi tempat pesta sabu-sabu tersebut diantara perbatasan Desa Cianting Utara (Kecamatan Sukatani) dan Desa Liunggunung (Kecamatan Plered), tepatnya di salah satu kediaman kepala desa.
Dugaan ini sontak memicu reaksi keras publik karena lokasi yang disebut-sebut berada di kawasan perbatasan dua desa, yakni Desa Cianting Utara, Kecamatan Sukatani dan Desa Liunggunung, Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta.
Lokasi yang disorot dalam video disebut berada di salah satu kediaman kepala desa yang cukup dikenal warga sekitar.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, video tersebut diduga direkam pada akhir April 2026, tepatnya sekitar tanggal 27 atau 28 April.
Waktu pengambilan video kini menjadi salah satu petunjuk penting untuk menelusuri siapa saja yang berada di lokasi saat peristiwa itu terjadi.
Yang membuat kasus ini semakin menyita perhatian publik adalah munculnya dugaan bahwa seorang kepala desa ikut terseret dalam pusaran kasus tersebut.
Dugaan itu mencuat bukan semata karena identitas orang dalam video telah terungkap, melainkan karena lokasi yang diduga digunakan disebut merupakan bagian dari fasilitas pribadi milik kepala desa.
Jika dugaan itu benar, maka keterkaitan pemilik lokasi menjadi sorotan serius. Sebab, menyediakan tempat untuk aktivitas penyalahgunaan narkotika dapat dikategorikan sebagai bentuk keterlibatan dan berpotensi memiliki konsekuensi hukum.
Seorang sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan mengaku mengenali lokasi dalam video tersebut.
“Kalau lihat video itu, lokasinya di kolamnya Pak Kades,” ujar sumber singkat, Senin 4 Mei 2026.
Pernyataan itu memperkuat dugaan publik bahwa video tersebut memang direkam di lingkungan rumah kepala desa. Meski demikian, klaim tersebut masih membutuhkan verifikasi lebih lanjut dari aparat penegak hukum.
Hingga kini belum ada keterangan resmi dari pihak kepala desa yang disebut-sebut dalam video maupun dari aparat kepolisian terkait keaslian video tersebut.
Belum diketahui pula apakah polisi telah menerima laporan resmi atau mulai melakukan penyelidikan atas dugaan pesta sabu yang viral itu.
Publik kini menanti langkah tegas aparat penegak hukum, khususnya Polres Purwakarta, untuk menelusuri kebenaran video yang telah menyebar luas dan memicu keresahan masyarakat.
Kasus ini dinilai tak bisa dianggap sepele. Selain menyangkut dugaan penyalahgunaan narkotika, perkara ini juga menyeret nama pejabat publik di tingkat desa yang seharusnya menjadi teladan di lingkungan masyarakat.
Jika benar ada keterlibatan aparatur desa, maka kasus ini berpotensi menimbulkan krisis kepercayaan publik terhadap pemerintah desa.
Warga pun mendesak agar aparat segera turun tangan, memeriksa lokasi yang diduga menjadi tempat pesta sabu, serta mengusut identitas seluruh orang yang terekam dalam video tersebut.
Di tengah derasnya sorotan publik, masyarakat berharap penanganan kasus dilakukan secara terbuka, profesional, dan tanpa pandang bulu.
Sebab, isu narkoba bukan sekadar pelanggaran hukum, melainkan ancaman serius bagi keamanan sosial dan masa depan generasi muda di daerah.
Sampai berita ini diturunkan, video tersebut masih beredar luas di media sosial dan belum ada klarifikasi resmi dari pihak yang namanya dikaitkan dalam dugaan pesta sabu tersebut.
Publik kini menunggu: benarkah video itu direkam di rumah kepala desa, atau hanya dugaan liar yang belum terbukti?
Jawabannya kini berada di tangan aparat penegak hukum. (Ega/Ade Jo)