Kunjungi Tanjung Gerem, Iwan Bule Soroti Keselamatan, Integritas Hingga Peluang Bisnis Baru Pertamina

POJOKJABAR.com, Cilegon – Komisaris Utama PT Pertamina Persero Mochamad Iriawan melakukan kunjungan kerja Management Walkthrough ke Fuel Terminal Tanjung Gerem di Cilegon, Banten, pada Selasa, 29 Juli 2026.


Kunjungan ini bertujuan memastikan keandalan distribusi energi nasional serta memompa semangat para Perwira Pertamina agar tetap loyal dan berdedikasi tinggi dalam menyediakan pasokan energi secara berkesinambungan bagi Ibu Pertiwi.

Dalam arahannya, pria yang akrab disapa Iwan Bule tersebut menegaskan bahwa Fuel Terminal Tanjung Gerem memiliki peran vital sebagai benteng pertahanan energi di kawasan perbatasan Pulau Jawa dan Sumatra.

Berdiri tepat di tepi Selat Sunda, menurutnya fasilitas penimbunan dan distribusi ini menjadi salah satu urat nadi terpenting dalam menjaga stabilitas pasokan bahan bakar minyak nasional.


“Hari ini saya hadir di sini bukan hanya untuk melihat deretan tangki dan lalu lalang mobil tangki, melainkan untuk memastikan bahwa denyut jantung distribusi energi nasional di gerbang Jawa dan Sumatra ini tetap berdetak kencang dan sehat,” ujar Mochamad Iriawan di hadapan manajemen dan para perwira Pertamina di Fuel Terminal Tanjung Gerem.

Ia mengatakan, keberadaan Fuel Terminal Tanjung Gerem sangat strategis karena berada di lintasan Alur Laut Kepulauan Indonesia I dengan kapasitas timbun menembus lebih dari 130.000 kiloliter.

Modernisasi infrastruktur juga terus ditunjukkan lewat penerapan New Gantry System serta keandalan dermaga yang mampu disandari kapal berkapasitas hingga 43.000 Deadweight Tonnage.

Kendati memiliki keunggulan fasilitas dan posisi emas, Iriawan mengingatkan agar seluruh perwira tidak terlena.

Menurutnya, kapasitas besar dan teknologi canggih tidak ada artinya tanpa kehati-hatian serta integritas dari sumber daya manusia yang mengoperasikannya sehari-hari.

Terkait aspek operasional dan keselamatan kerja, ia menekankan pentingnya disiplin penuh terhadap prosedur pencegahan tumpahan minyak di kawasan pesisir Cilegon.

Ia meminta simulasi tanggap darurat tidak sekadar menjadi formalitas laporan di atas kertas, tetapi benar-benar dijiwai sebagai refleks dasar operasional para pekerja.

Iriawan secara tegas juga menyuarakan prinsip nol toleransi terhadap segala bentuk pelanggaran dan penyimpangan tata kelola perusahaan yang baik.

Pengawasan ketat pada proses penerimaan hingga penyaluran bahan bakar minyak diminta ditingkatkan demi menjaga kepercayaan publik dan marwah perusahaan dari hulu ke hilir.

Di samping itu, perhatian khusus diberikan pada dampak sosial keberadaan armada mobil tangki di jalan raya Cilegon.

Iriawan meminta manajemen mengatur manajemen lalu lintas secara presisi agar tidak memicu kemacetan kota pada jam sibuk, seraya mengimbau para pengemudi mobil tangki untuk selalu mengedepankan kesantunan dan keselamatan berkendara.

Sebagai langkah pengembangan bisnis jangka panjang, jajaran direksi dan manajemen lapangan didorong untuk merespons peluang komersialisasi bunkering kapal Marine Fuel Oil Low Sulphur di Selat Sunda secara agresif.

Penguatan teknologi berbasis data analitis waktu nyata dan pengawasan Internet of Things pada armada distribusi juga disiapkan guna menekan angka susut bahan bakar minyak secara optimal.

Di akhir arahannya, Iriawan menyampaikan apresiasi atas kepedulian Fuel Terminal Tanjung Gerem terhadap lingkungan melalui konservasi terumbu karang dan pemberdayaan nelayan lokal.

Ia memompa semangat para perwira agar terus memberikan pengabdian terbaiknya untuk kelangsungan energi tanah air secara harmonis bersama masyarakat.

“Selamat bertugas, utamakan keselamatan, HSSE jadikan sebagai budaya, jaga integritas, dan mari bersama sama memastikan energi untuk Indonesia terus menyala dengan aman dan harmonis. Namun yang terpenting, pulanglah ke rumah dengan selamat setiap hari,” pungkas pria yang akrab disapa Iwan Bule itu.

Hadir mendampingi Komisaris Utama Pertamina dalam kunjungan kerja tersebut antara lain SVP Logistics Integration and Optimization Pertamina Persero Brilian Perdana, Direktur Armada Logistik PT Pertamina Patra Niaga Arif Yunianto, Executive General Manager Regional Jawa Bagian Barat PT Pertamina Patra Niaga Freddy Anwar, Group Head Operation Regional Jawa Bagian Barat PT Pertamina Patra Niaga Taufan Enggar Surya Ari Gunawan, Fuel Terminal Manager Tanjung Gerem Yudha Whastu Wibowo, serta jajaran manajemen lainnya.***