POJOKJABAR.com, Indramayu – PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat (JBB) terus mendorong pemanfaatan energi ramah lingkungan di tingkat desa melalui Program Desa Energi Berdikari (DEB).
Salah satunya diwujudkan lewat sosialisasi penggunaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) kepada Kelompok Tani Ragem Jaya di Desa Tegalurung, Kecamatan Balongan, Kabupaten Indramayu.
Kegiatan yang digelar di Balai Desa Tegalurung pada Selasa (4/3) ini merupakan bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) PT Pertamina Patra Niaga.
Program tersebut bertujuan mendorong masyarakat desa memanfaatkan energi terbarukan sekaligus memperkuat kemandirian energi di tingkat lokal.
Dalam pelaksanaannya, PT Pertamina Patra Niaga Regional JBB melalui Integrated Terminal Balongan menggandeng Universitas Sebelas Maret sebagai mitra teknis.
Perguruan tinggi tersebut berperan dalam proses instalasi sistem PLTS sekaligus melakukan monitoring terhadap pelaksanaan program.
Kolaborasi ini diharapkan mampu memastikan sistem energi surya yang telah dipasang dapat dimanfaatkan secara optimal dan berkelanjutan oleh masyarakat.
Kegiatan turut dihadiri Ketua Tim Pelaksana UNS Agus Supriyanto beserta tim, serta Kepala Desa Tegalurung Abdullah.
Sebanyak 15 peserta yang terdiri dari anggota Kelompok Tani Ragem Jaya dan perwakilan pemerintah desa mengikuti kegiatan tersebut.
Mereka tidak hanya mendapatkan materi edukasi mengenai energi surya, tetapi juga melakukan praktik langsung pengoperasian dan perawatan sistem PLTS.
Perwakilan tim Universitas Sebelas Maret, Anif Jamaluddin, menjelaskan bahwa energi surya memiliki potensi besar sebagai sumber listrik alternatif bagi masyarakat desa.
“Penggunaan PLTS tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga mampu mengurangi ketergantungan pada listrik konvensional dan menekan biaya produksi, sehingga memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat,” ujar Anif.
Kepala Desa Tegalurung Abdullah juga menyampaikan apresiasinya atas dukungan infrastruktur energi yang diberikan kepada warganya.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pertamina atas bantuan instalasi PLTS ini. Bantuan ini sangat bermanfaat bagi kelompok dan dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan anggota serta mendukung keberlanjutan usaha,” ujar Abdullah.
Sementara itu, Area Manager Communication, Relations & CSR Regional JBB, Susanto August Satria menegaskan bahwa kegiatan sosialisasi ini penting agar masyarakat tidak hanya menerima bantuan teknologi, tetapi juga mampu mengelolanya secara mandiri.
“Melalui Program Desa Energi Berdikari, Pertamina ingin memastikan masyarakat tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga mampu mengelola energi secara mandiri. Program ini merupakan wujud komitmen Pertamina dalam mendorong kemandirian energi desa dan memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat,” tegas Satria.
Program Desa Energi Berdikari sendiri turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau United Nations Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada poin energi bersih dan terjangkau, pertumbuhan ekonomi yang inklusif, serta penanganan perubahan iklim.
Melalui program ini, pemanfaatan energi baru terbarukan diharapkan tidak hanya membantu menekan biaya energi, tetapi juga membuka peluang peningkatan kesejahteraan masyarakat desa secara berkelanjutan.