POJOKJABAR.com – Sepanjang tahun 2025, Badan Gizi Nasional (BGN) di bawah kepemimpinan Prof. Dadan Hindayana berhasil mencatatkan capaian gemilang melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Program ini tidak hanya meningkatkan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga memberi dampak nyata terhadap penguatan ekonomi rakyat.
Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Independen Pemuda Pemerhati Indonesia (DPP LPPI), Dedi Siregar, menilai keberhasilan tersebut sebagai bukti hadirnya negara dalam menjawab kebutuhan dasar masyarakat sekaligus membuka peluang ekonomi baru.
“Melalui Program MBG, BGN tidak hanya berfokus pada peningkatan kualitas gizi, tetapi juga menciptakan efek ekonomi yang luas dan berkelanjutan. Anggaran besar yang dialokasikan sebagian besar digunakan untuk pembelian bahan pangan dari produsen dalam negeri,” ujar Dedi. Jumat 26 Desember 2025.
Sekitar 70 persen anggaran MBG digunakan untuk pengadaan bahan baku pangan. Skema ini melibatkan petani, peternak, nelayan, pelaku UMKM pangan, hingga jaringan distribusi lokal. Dampaknya, permintaan meningkat, daya beli masyarakat terjaga, dan roda ekonomi di berbagai daerah terus berputar.
“Capaian BGN di tahun 2025 menunjukkan bahwa kebijakan gizi dapat berjalan seiring dengan penguatan ekonomi rakyat. Program ini membuktikan negara hadir tidak hanya memberi manfaat sosial, tetapi juga membuka peluang ekonomi nyata bagi masyarakat,” tambah Dedi.
Diluncurkan pada Januari 2025, Program MBG telah melayani sekitar 55 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia. Dengan anggaran sekitar Rp 850 miliar per hari, program ini menjadi salah satu langkah strategis pemerintah dalam memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi nasional.
Keberhasilan ini, menurut Dedi, tidak lepas dari kepemimpinan Prof. Dadan Hindayana yang responsif, kerja kolaboratif lintas sektor, serta keterlibatan aktif masyarakat dan tim di lapangan.
“Program MBG adalah contoh konkret bagaimana kebijakan publik dapat dirancang secara inklusif dan berdampak multiplikatif,” katanya.
DPP LPPI menilai keberhasilan MBG menunjukkan adanya perencanaan matang, koordinasi lintas sektor yang kuat, serta komitmen serius dari BGN dan seluruh pemangku kepentingan. Efek berantai yang tercipta mulai dari peningkatan kesejahteraan produsen pangan lokal hingga penguatan ekonomi daerah.
“Ke depan, capaian ini harus terus dijaga danh ditingkatkan, baik dari sisi kualitas layanan, pemerataan distribusi, maupun transparansi dan akuntabilitas. Kami mendorong agar Program MBG menjadi model kebijakan publik berkelanjutan yang berpihak pada kepentingan rakyat,” tegas Dedi.
Sebagai lembaga independen, DPP LPPI berkomitmen untuk terus memberikan masukan konstruktif serta melakukan pengawasan partisipatif demi terwujudnya Indonesia yang sehat, kuat, dan berdaulat.***