POJOKJABAR.com, Bandung – Upaya pemberdayaan masyarakat kembali ditegaskan PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat (JBB) melalui Fuel Terminal (FT) Bandung.
Perusahaan membangun sistem panel surya berkapasitas 6,6 kWp lengkap dengan baterai 10 kWh di Bengkel Jiwa Berdaya, subprogram Lentera Jiwa, pada Jumat (7/11) di Desa Pangauban, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat.
Pemanfaatan energi terbarukan ini diharapkan membuat operasional bengkel dan usaha cuci motor menjadi lebih efisien.
Inisiatif tersebut terwujud melalui kolaborasi Pertamina dengan PT Pertamina New & Renewable Energy serta dukungan Pemerintah Desa Pangauban, kelompok Lentera Jiwa, UMKM JRK, CBS Farm, dan pengelola Bengkel Jiwa Berdaya.
Seluruh pihak selama ini aktif berperan dalam kegiatan pemberdayaan sosial di desa tersebut.
Bengkel Jiwa Berdaya sendiri menjadi ruang pemulihan sekaligus penguatan kemandirian bagi Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) dan Orang Dengan Masalah Kejiwaan (ODMK) yang sudah stabil.
Mereka terlibat langsung dalam layanan cuci motor maupun pekerjaan perbengkelan sebagai bagian dari proses reintegrasi sosial.
Local Hero Lentera Jiwa, Ating, menjelaskan bahwa masyarakat juga diberi edukasi mengenai pemanfaatan energi surya, perawatan dasar, hingga peran warga dalam mendorong transisi energi di tingkat lokal.
“Bagi kami, ini bukan sekadar pemasangan panel, tapi simbol kemandirian dan kepercayaan diri. Dulu, bengkel ini sempat sepi karena keterbatasan biaya dan peralatan. Sekarang, dengan dukungan tenaga surya, kegiatan berjalan lancar dan anggota Lentera Jiwa makin semangat dan terlibat aktif didalamnya,” ujar Ating.
Dukungan yang sama disampaikan Area Manager Communication, Relations & CSR, Susanto August Satria.
Ia menegaskan bahwa pembangunan energi bersih di tingkat komunitas harus memberi dampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat.
“Pertamina ingin memastikan Program Desa Energi Berdikari tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga dapat memberi manfaat sosial nyata. Lentera Jiwa menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat bisa berjalan efisien bersama energi terbarukan,” ujar Satria.
Inisiatif ini sekaligus mendukung pencapaian beberapa Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 7 mengenai energi bersih dan terjangkau, SDG 8 tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, serta SDG 13 mengenai aksi terhadap perubahan iklim.