POJOKJABAR.com, Karawang – Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat (JBB) melalui Fuel Terminal (FT) Cikampek kembali menegaskan komitmennya terhadap pendidikan dan lingkungan.
Selasa (9/9), mereka meresmikan Sekolah Patra Bahari sekaligus menanam ribuan bibit mangrove di Desa Sedari, Karawang.
Sekolah Patra Bahari lahir dari transformasi MI Al Hayat dengan konsep pendidikan berbasis lingkungan.
Kehadirannya bukan hanya sekadar peresmian gedung, melainkan langkah nyata untuk meningkatkan kualitas pendidikan masyarakat pesisir.
FT Manager Cikampek, M. Andika Gunawan, menekankan bahwa sekolah ini diharapkan menjadi model inspiratif dalam menghadapi tantangan perubahan iklim.
“Sekolah ini bukan hanya tempat belajar, tetapi sarana membentuk generasi tangguh, ramah alam, religius, dan berwawasan hijau. Kami percaya anak-anak yang tumbuh dengan cinta lingkungan akan menjadi generasi peduli dan bertanggung jawab,” ujarnya.
Selain pendidikan, Pertamina juga memperkuat program Sedari Kampung Hijau, Lestari, dan Mandiri (Kang Hari) dengan penanaman mangrove.
Hingga kini, lebih dari 17.000 bibit sudah ditanam di lahan bekas tambak seluas 15 hektar, ditambah 2.050 bibit baru yang baru saja ditanam bersama warga.
“Menanam mangrove berarti menanam harapan. Selain mencegah abrasi, mangrove berperan sebagai benteng hijau yang melindungi pesisir Karawang sekaligus menjaga keberlanjutan ekosistem,” tambah Andika.
Mangrove di Sedari bukan sekadar pelindung pantai. Ia juga memberi manfaat ekonomi, perikanan, hingga menjadi simbol kesadaran baru bahwa lingkungan adalah masa depan masyarakat.
Kegiatan ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Kepala Sekolah MI Al Hayat, Darkim, menilai dukungan Pertamina membawa semangat baru bagi siswa dan guru.
“Kami sangat berharap kolaborasi ini bisa terus berlanjut untuk berbagai kegiatan pendidikan lainnya. Dukungan Pertamina telah membawa semangat baru bagi siswa dan guru, serta membuat proses belajar lebih bermakna. Semoga kolaborasi ini terus menghadirkan generasi yang kreatif, peduli lingkungan, dan juga siap menghadapi masa depan,” ungkapnya.
Kepala Desa Sedari, Bisri Mustopa, juga menegaskan sinergi ini nyata manfaatnya.
“Mulai dari pembangunan dermaga perahu, penataan kawasan ekowisata Cikeong, renovasi sekolah, hingga penghijauan mangrove. Pertamina dan masyarakat Sedari membangun bersama dari bawah. Kami ingin kerja sama ini terus berlanjut dan berkembang,” ujarnya.
Apresiasi serupa disampaikan Kepala Bidang Perekonomian dan SDA Bappeda Karawang, Nanang Fakhrurazi, yang menyebut program ini sejalan dengan visi pembangunan berkelanjutan daerah.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional JBB, Susanto August Satria, menegaskan komitmen perusahaan untuk terus mendukung pendidikan dan lingkungan.
“Melalui kegiatan Sekolah Patra Bahari dan penanaman mangrove di Desa Sedari menjadi bukti nyata dari Pertamina dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan serta melestarikan lingkungan pesisir. Kolaborasi ini memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat di Desa Sedari,” ujarnya.
Program ini sekaligus berkontribusi pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) dan SDG 14 (Ekosistem Lautan).
Dengan kolaborasi lintas sektor ini, Desa Sedari kini tak hanya dikenal sebagai pesisir rawan abrasi, tapi juga sebagai pusat gerakan pendidikan hijau dan pelestarian lingkungan yang berkelanjutan.***