Pertamina Regional JBB Dorong Pemberdayaan KWT Lewat Produk Olahan Pertanian dan Perikanan

POJOKJABAR.com, Tasikmalaya — PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat (JBB) melalui Fuel Terminal (FT) Tasikmalaya kembali menunjukkan komitmennya dalam pemberdayaan masyarakat.


Lewat Program Katasik Ar-Razaq, Pertamina menggelar pelatihan pembuatan sambal godog kemasan dan cookies ikan bagi Kelompok Wanita Tani (KWT) Mekar Fajar, Purbaratu, Minggu (7/9) dan Senin (8/9).

Pelatihan yang melibatkan Yayasan Rumah Harapan Kita serta Komunitas Pemuda Penggerak Tasikmalaya ini diikuti delapan anggota KWT.

Mereka sebelumnya dikenal tekun mengelola kebun cabai dan hasil perikanan, kini difasilitasi untuk mengembangkan keterampilan baru agar hasil panen bisa diolah menjadi produk bernilai ekonomi.


Kegiatan turut dihadiri Lurah Sukanagara Hendih Junedi dan Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Tasikmalaya Nanan Sulaksana P.B.

Kehadiran keduanya mempertegas sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan Pertamina dalam memperkuat potensi lokal agar berdaya dan berkelanjutan.

Para peserta mendapat arahan langsung dari pelaku usaha kuliner lokal.

Wawan Hendriyana, pemilik Resto Pantai Dadaha, membimbing pembuatan sambal kemasan khas Tasikmalaya.

Sementara Resmawati, pemilik Violet Cake, mengajarkan pengolahan tepung ikan nila menjadi cookies berprotein tinggi.

Produk inovatif ini dinilai mampu membuka peluang usaha baru bagi anggota KWT.

Fitri Nurhayati, salah satu peserta, merasakan manfaat nyata dari kegiatan tersebut.

“Alhamdulillah kegiatan pelatihan kemarin sangat bermanfaat sekali khususnya bagi saya, umumnya bagi semua anggota KWT Mekar Fajar. Dengan pelatihan tersebut bisa menambah wawasan dan keterampilan saya sehingga berdampak pada bertambahnya kemampuan dalam pengolahan makanan khususnya pada cookies dan sambal. Sehingga bisa menambah penghasilan untuk KWT. Mudah-mudahan ke depan SDM KWT akan lebih mumpuni tidak hanya pada pengolahan lahan pertanian tetapi juga pengolahan hasil dari pertanian tersebut,” ungkap Fitri.

Selain memasak, peserta juga mendapat pembekalan standar kebersihan, teknik pengemasan modern, serta metode pengolahan agar produk lebih awet.

Hasil olahan KWT Mekar Fajar nantinya diharapkan berkembang menjadi usaha rumahan produktif sekaligus oleh-oleh khas Program Katasik.

Dukungan penuh juga disampaikan Lurah Sukanagara, Hendih Junedi.

“Kegiatan ini berupa pelatihan pengolahan tepung ikan menjadi bahan baku utama pembuatan kue. Inisiatif ini merupakan bagian dari Program Katasik yang menghadirkan produk unggulan lokal sebagai wadah produktivitas dan peningkatan kualitas ekonomi masyarakat. Harapannya, kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut sehingga produktivitas masyarakat semakin meningkat,” ujarnya.

Sementara itu, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional JBB, Susanto August Satria, menegaskan program ini adalah bukti nyata komitmen perusahaan dalam mendukung kemandirian masyarakat.

“Program ini tidak hanya menghadirkan keterampilan baru bagi masyarakat, tetapi juga membuka peluang ekonomi yang lebih luas. Harapannya, inisiatif ini dapat terus berkelanjutan sehingga memberikan manfaat jangka panjang bagi kesejahteraan warga,” jelasnya.

Lewat Program Katasik, Pertamina Patra Niaga Regional JBB mendukung pencapaian SDGs poin 8, yakni peningkatan pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi.

Langkah awal KWT Mekar Fajar ini diharapkan mampu melahirkan produk bernilai tambah, memperkuat ekonomi lokal, sekaligus menjadi kebanggaan baru Tasikmalaya.