POJOKJABAR.com, KARAWANG – Suasana hangat dan penuh kekeluargaan terasa di Markas Kodim 0604/Karawang, Senin 15 Juni 2026. Keluarga besar Kodim menerima kunjungan Ketua Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) Daerah III/Siliwangi, Ny. Asri Wiraningsih Kosasih, dalam agenda silaturahmi bersama anggota Persit KCK Cabang XXXI Kodim 0604/Karawang Koorcab Rem 063 PD III/Siliwangi.
Kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk mempererat kebersamaan sekaligus memperkuat soliditas organisasi Persit. Sejumlah pengurus dan anggota Persit dari berbagai ranting hadir mengikuti rangkaian acara dan mendengarkan arahan yang disampaikan dengan penuh perhatian.
Dalam kesempatan itu, Ny. Asri Wiraningsih yang akrab disapa Ny. Riri Kosasih membagikan pengalaman pribadi serta pandangannya mengenai peran penting seorang istri prajurit TNI Angkatan Darat.
Di hadapan ratusan anggota Persit, ia menceritakan perjalanan hidupnya sejak bergabung dengan organisasi Persit pada tahun 1998. Menurutnya, Persit menjadi tempat belajar yang sangat berharga bagi para istri prajurit meskipun tidak memiliki pendidikan formal seperti sekolah pada umumnya.
“Di Persit tidak ada sekolah formal. Namun di sinilah kita mendapatkan guru terbaik, yaitu pengalaman. Pengalaman dalam berorganisasi, berinteraksi dengan banyak orang, serta memperluas wawasan untuk mendampingi suami,” ungkapnya.
Ibu dari dua putri yang telah menyelesaikan pendidikan tinggi tersebut menegaskan bahwa menjadi istri prajurit merupakan pilihan hidup yang harus dijalani dengan rasa syukur dan komitmen.
Ia mengingatkan para anggota Persit agar tidak terjebak membandingkan kehidupan dengan orang lain, terutama dalam hal materi. Kebiasaan melihat ke atas tanpa rasa syukur, menurutnya, dapat memunculkan kelelahan batin dan ketidakpuasan dalam kehidupan rumah tangga.
“Ketika memilih menjadi istri TNI, maka kita harus siap mendukung suami di mana pun bertugas. Jadilah penyemangat agar suami dapat bekerja dan berkarya dengan maksimal,” ujarnya.
Istri Pangdam III/Siliwangi itu juga menepis anggapan bahwa Persit membatasi anggotanya untuk berkarier. Ia menegaskan organisasi selalu mendukung perempuan yang ingin mengembangkan diri dan bekerja secara profesional.
Meski demikian, Ny. Riri mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara karier, keluarga, dan tanggung jawab sebagai istri maupun ibu.
“Silakan berkarier dan mengembangkan potensi diri. Namun jangan melupakan peran utama dalam keluarga. Atur waktu dengan baik sehingga rumah tangga tetap harmonis dan suami dapat menjalankan tugas dengan tenang,” pesannya.
Selain membahas peran keluarga, Ny. Riri juga menyoroti pentingnya pengelolaan keuangan rumah tangga. Ia mengajak seluruh anggota Persit untuk hidup sederhana, mengatur pengeluaran sesuai kemampuan, serta menyisihkan sebagian rezeki untuk membantu sesama.
Menurutnya, gaya hidup yang melebihi kemampuan sering kali menjadi salah satu faktor yang dapat memicu berbagai permasalahan dalam kehidupan keluarga, termasuk yang berdampak pada kedinasan suami.
Tidak hanya itu, perhatian khusus juga diberikan pada pola asuh anak di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks. Ny. Riri menilai pengawasan dan pendampingan orang tua menjadi faktor penting dalam membentuk karakter generasi muda.
Ia mengingatkan para orang tua untuk lebih dekat dengan anak-anak, memahami lingkungan pergaulan mereka, serta memberikan perhatian yang cukup agar terhindar dari berbagai pengaruh negatif yang berkembang di masyarakat.
Pesan-pesan yang disampaikan mendapat sambutan positif dari para anggota Persit yang hadir. Banyak di antara mereka mengaku termotivasi dan mendapatkan wawasan baru terkait peran perempuan dalam mendukung keluarga sekaligus organisasi.
Kunjungan kerja tersebut berlangsung tertib dan lancar. Kehadiran Ny. Asri Wiraningsih Kosasih tidak hanya mempererat hubungan kekeluargaan di lingkungan Persit, tetapi juga memberikan semangat baru bagi seluruh anggota untuk terus berkontribusi bagi keluarga, institusi TNI AD, dan masyarakat.
Melalui berbagai pesan yang disampaikan, Ny. Riri menegaskan bahwa kekuatan seorang prajurit tidak hanya dibangun di medan tugas, tetapi juga berasal dari dukungan keluarga yang harmonis, penuh syukur, dan saling menguatkan. (Rohendi/Pojokjabar)