Mimpi Mak Encoh Jadi Nyata, Baskom Penampung Bocor Kini Tinggal Kenangan Usai Rumah Dibedah TNI

Mak Encoh menangis haru di depan rumahnya yang tengah dibangun dalam program Karya Bakti TNI Kodim 0604/Karawang di Kecamatan Ciampel.

POJOKJABAR.com, KARAWANG – Hujan yang dulu menjadi sumber kecemasan bagi Mak Encoh (78), kini perlahan berubah menjadi berkah dan harapan baru. Lansia asal Desa Mulya Sejati, Kecamatan Ciampel, Kabupaten Karawang itu tak lagi harus sibuk menyiapkan baskom setiap kali langit mulai mendung.


Bertahun-tahun hidup seorang diri setelah ditinggal wafat sang suami, Mak Encoh bertahan di rumah sederhana yang kondisinya memprihatinkan. Atap rumah yang lapuk membuat air hujan bebas menetes ke dalam rumah. Bahkan, rasa khawatir rumahnya roboh selalu menghantui setiap malam.

Di usia yang sudah senja, Mak Encoh hanya bisa pasrah menjalani hidup dengan mengandalkan bantuan dari anak-anaknya. Tenaganya sudah tidak sekuat dulu untuk berdagang demi memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Pas hujan bocor, Mak suka wadahi pakai baskom. Pikiran Mak waktu itu, ya syukur kalau dibenahi, kalaupun tidak, asal jangan sampai ketiban saja,” ujar Mak Encoh lirih saat ditemui di lokasi, Rabu (13/5/2026).


Ucapan sederhana itu menggambarkan betapa berat kehidupan yang dijalani perempuan lansia tersebut selama bertahun-tahun.

Namun siapa sangka, harapan yang selama ini hanya tersimpan dalam doa akhirnya benar-benar datang menghampiri.

Mak Encoh mengaku sempat bermimpi rumahnya diperbaiki. Ia tidak pernah menyangka mimpi itu menjadi kenyataan setelah aparat desa mengusulkan rumahnya masuk dalam program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) melalui Karya Bakti TNI Kodim 0604/Karawang Tahun Anggaran 2026.

Kini rumah reot yang dulu dipenuhi kebocoran mulai berubah menjadi bangunan yang lebih layak dan aman untuk ditempati.

Wajah Mak Encoh pun tampak berbinar melihat para personel TNI bersama warga bahu-membahu membangun rumahnya.

“Alhamdulillah, sekarang dibangun sama Bapak-bapak TNI. Sing berkah, salamet sadayana, sing sehat,” ucapnya penuh haru sambil mendoakan seluruh personel yang terlibat dalam pembangunan tersebut.

Program Karya Bakti TNI yang memasuki hari keempat pengerjaan itu menjadi bukti nyata kolaborasi antara Kodim 0604/Karawang dan Pemerintah Kabupaten Karawang dalam membantu masyarakat kurang mampu.

Tak hanya fokus membedah rumah warga, program tersebut juga menyasar pembangunan infrastruktur lingkungan seperti drainase dan jalan lingkungan di wilayah Kecamatan Ciampel.

Total anggaran sebesar Rp584 juta yang berasal dari APBD II Kabupaten Karawang digunakan untuk mempercepat pembangunan demi meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Pasiter Kodim 0604/Karawang, Kapten Inf Kihajar mengatakan, pengerjaan program tersebut ditargetkan rampung dalam waktu satu bulan agar manfaatnya segera dirasakan warga.

“Ini adalah wujud nyata sinergi TNI dan Pemkab Karawang,” katanya.

Menurutnya, kehadiran TNI di tengah masyarakat tidak hanya berkaitan dengan tugas pertahanan negara, tetapi juga menjadi solusi atas berbagai persoalan sosial yang dihadapi rakyat.

“Kami tidak hanya membedah rumah, tetapi juga membenahi drainase agar lingkungan lebih sehat dan tertata,” ujar Kapten Inf Kihajar.

Ia menegaskan, semangat utama dari program tersebut adalah kemanunggalan TNI dengan rakyat. Karena itu, TNI ingin benar-benar hadir membantu masyarakat yang membutuhkan, termasuk warga lansia seperti Mak Encoh.

“Fokus kami adalah kemanunggalan TNI dengan rakyat; kehadiran kami harus menjadi solusi bagi kesulitan masyarakat, seperti yang dialami Mak Encoh,” tambahnya.

Bagi warga sekitar, pembangunan rumah Mak Encoh bukan hanya sekadar renovasi bangunan. Lebih dari itu, program tersebut menjadi simbol kepedulian dan gotong royong yang masih kuat hidup di tengah masyarakat.

Sejumlah warga terlihat ikut membantu proses pembangunan rumah. Ada yang mengangkut material, mencampur semen, hingga membersihkan area sekitar rumah.

Kebersamaan antara aparat TNI dan masyarakat itulah yang membuat suasana pembangunan terasa hangat dan penuh kekeluargaan.

Kini, Mak Encoh tidak lagi memikirkan baskom penampung hujan setiap malam. Ia hanya berharap bisa menikmati sisa usianya di rumah yang aman, nyaman, dan tidak lagi dihantui rasa takut saat hujan turun deras.

Harapan sederhana yang selama ini terasa begitu jauh, akhirnya perlahan menjadi kenyataan di usia senjanya. (Rohendi/Pojokjabar)