POJOKJABAR.com, KARAWANG – Sebanyak 40 santri asal Karawang menunjukkan semangat tinggi saat mengikuti Pelatihan Kader Kesadaran Bela Negara melalui Korps Kadet Republik Indonesia (KKRI) yang digelar di Dodikjur Rindam III/Siliwangi, Bandung.
Kegiatan yang dimulai sejak Jumat (17/04/2026) ini menjadi ajang pembentukan karakter melalui serangkaian latihan fisik dan mental yang dirancang secara intensif. Para peserta tidak hanya digembleng secara jasmani, tetapi juga dibekali wawasan kebangsaan untuk memperkuat rasa cinta tanah air.
Hari pertama pelatihan berlangsung khidmat dengan diawali pengarahan dari Pangdam III/Siliwangi. Dalam amanatnya, ditekankan bahwa bela negara bukan sekadar konsep, melainkan tindakan nyata yang tercermin dalam karakter tangguh dan disiplin generasi muda.
Setelah rangkaian pembukaan, suasana berubah menjadi lebih hangat saat para peserta mengikuti Malam Taaruf di sekitar api unggun. Momen ini dimanfaatkan untuk mempererat kebersamaan dan membangun jiwa korsa sebagai fondasi penting dalam setiap proses pelatihan.
Memasuki hari kedua pada Sabtu (18/04/2026), para santri menjalani jadwal kegiatan yang padat sejak pukul 03.30 WIB hingga tengah malam. Aktivitas diawali dengan penguatan spiritual melalui sholat tahajud dan subuh berjamaah, dilanjutkan dengan senam pagi untuk menjaga kebugaran fisik.
Latihan kemudian berlanjut dengan materi Peraturan Baris Berbaris (PBB) dasar serta yel-yel untuk melatih kekompakan dan disiplin. Tidak hanya fokus pada fisik, peserta juga mendapatkan pembekalan penting terkait literasi digital melalui materi “Bijak Dalam Bermedsos” serta pengenalan BACADNAS (Badan Cadangan Nasional).
Ujian sesungguhnya dirasakan saat para peserta memasuki fase simulasi lapangan. Materi survival atau bertahan hidup menjadi tantangan untuk mengasah ketahanan diri, disusul dengan latihan pertolongan pertama lapangan (Longmalap) yang menguji kesiapsiagaan dalam kondisi darurat.
Puncak penggemblengan mental terjadi dalam sesi Caraka Malam. Dalam kondisi gelap, setiap peserta diuji keberanian, ketahanan mental, serta loyalitasnya. Kegiatan kemudian ditutup dengan apel pengecekan personel tepat pukul 00.00 WIB.
Sertu Aldin Nurfalah saat dikonfirmasi menyampaikan bahwa seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman dan terkendali. Ia juga mengapresiasi semangat para santri yang tetap terjaga meskipun menjalani jadwal latihan yang sangat padat.
“Kami melaporkan situasi di Dodikjur Rindam III/Slw sangat kondusif. Semangat peserta tidak surut meski kegiatan berlangsung dari subuh hingga tengah malam. Seluruh personel dalam keadaan sehat dan materiil aman terkendali,” ujarnya.
Pelatihan ini diharapkan mampu mencetak kader-kader muda dari Karawang yang tidak hanya kuat secara fisik, tetapi juga memiliki ketakwaan, kecerdasan digital, serta jiwa nasionalisme yang tinggi dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. (Rohendi/Pojokjabar)