POJOKJABAR.com, KARAWANG – Upaya memperkuat ketahanan pangan terus dilakukan melalui sinergi lintas sektor di tingkat desa. Hal ini terlihat dari kolaborasi antara aparat TNI dan Polri bersama para petani di Desa Kalangsari, Kecamatan Rengasdengklok, Kabupaten Karawang.
Di tengah hamparan sawah, Babinsa Desa Kalangsari Koptu Aryanto bersama Bhabinkamtibmas Aiptu Deni menggelar komunikasi sosial (komsos) dengan kelompok tani (Gapoktan), petani, serta penyuluh pertanian lapangan (PPL) dari UPTD Pertanian Rengasdengklok, Kamis (16/4).
Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana santai namun sarat makna. Diskusi yang digelar tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga wadah untuk menyerap aspirasi petani terkait berbagai kendala yang dihadapi di lapangan.
Koptu Aryanto menegaskan, kehadiran TNI bersama Polri di tengah petani merupakan bentuk dukungan nyata terhadap sektor pertanian, khususnya dalam menjaga stabilitas produksi pangan di daerah.
“Sinergi ini adalah dukungan nyata agar setiap masalah, baik teknis maupun keamanan, bisa kita cari solusinya bersama secara cepat,” ujar Koptu Aryanto.
Dalam diskusi tersebut, berbagai persoalan dibahas mulai dari tantangan teknis pertanian, distribusi sarana produksi, hingga aspek keamanan di lingkungan pertanian. Para petani pun diberi ruang untuk menyampaikan langsung keluhan dan kebutuhan mereka.
Sementara itu, Bhabinkamtibmas Aiptu Deni menekankan pentingnya menjaga keamanan fasilitas dan sarana pertanian agar aktivitas produksi tidak terganggu. Ia juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gangguan yang bisa merugikan petani.
Di sisi lain, penyuluh pertanian dari UPTD Rengasdengklok memberikan pendampingan teknis terkait pola tanam yang efektif dan efisien. Edukasi ini diharapkan mampu meningkatkan hasil panen sekaligus mengoptimalkan penggunaan lahan pertanian.
Melalui komunikasi yang terjalin secara langsung di lapangan, diharapkan setiap program bantuan maupun kebijakan pemerintah di sektor pertanian dapat tepat sasaran. Sinergi antara aparat, petani, dan penyuluh dinilai menjadi kunci dalam meningkatkan produktivitas sekaligus kesejahteraan petani.
Kolaborasi seperti ini juga menjadi bukti bahwa penguatan ketahanan pangan tidak hanya menjadi tanggung jawab satu pihak, melainkan membutuhkan kerja sama semua elemen, mulai dari pemerintah, aparat keamanan, hingga masyarakat petani itu sendiri. (Rohendi/Pojoksatu)