POJOKJABAR.com, KARAWANG – Pemerintah Kabupaten Karawang bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral Operasi Ketupat Lodaya 2026 guna mempersiapkan pengamanan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Lantai 3 Gedung Pemerintah Daerah Kabupaten Karawang pada Senin (9/3/2026) itu dihadiri berbagai unsur terkait, mulai dari TNI, Polri, perangkat daerah, hingga pengelola jalan tol dan rest area yang berada di wilayah Karawang.
Rapat koordinasi tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Karawang AKBP Fiki N. Ardiansyah. Ia didampingi Pelaksana Tugas (Plt) Asisten Daerah I Kabupaten Karawang Ridwan Salam serta Kepala Staf Kodim (Kasdim) 0604 Karawang Mayor Inf. Saeful Husna.
Selain itu, hadir pula para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), perwakilan Kejaksaan Negeri, Kementerian Agama, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Perhubungan, Satpol PP, hingga pihak pengelola jalan tol dari Jasamarga serta pengelola Rest Area Km 57 dan Km 62.
Kapolres Karawang AKBP Fiki N. Ardiansyah dalam sambutannya menegaskan bahwa Operasi Ketupat Lodaya 2026 merupakan tugas penting yang harus dilaksanakan secara maksimal demi memberikan rasa aman kepada masyarakat yang melakukan perjalanan mudik Lebaran.
Menurutnya, operasi pengamanan tersebut tidak boleh dipandang sebagai kegiatan rutin tahunan semata, melainkan sebagai tanggung jawab besar dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.
“Operasi ini jangan dianggap rutinitas biasa. Pengalaman dari Operasi Lilin 2025 harus menjadi bahan evaluasi agar pelaksanaan pengamanan tahun ini bisa lebih baik,” ujar Kapolres.
Ia juga mengajak seluruh instansi dan stakeholder yang terlibat untuk terus menjaga koordinasi serta komunikasi yang intensif selama pelaksanaan operasi berlangsung.
Kapolres turut mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Karawang yang berencana menggelar lomba bedug pada malam takbiran dengan sistem zonasi di tiga wilayah.
Menurutnya, langkah tersebut dinilai efektif untuk mengurangi potensi kepadatan masyarakat yang biasanya turun ke jalan saat malam takbiran.
Selain itu, ia mengingatkan bahwa sejumlah lokasi wisata di Karawang juga perlu menjadi perhatian khusus dalam pengamanan karena biasanya mengalami peningkatan jumlah pengunjung selama libur Lebaran.
Sementara itu, Plt Asda I Kabupaten Karawang Ridwan Salam menyampaikan apresiasi kepada jajaran kepolisian yang telah menyiapkan berbagai langkah pengamanan menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Ia juga meminta para camat yang berada di sepanjang jalur mudik agar aktif memantau kondisi infrastruktur, termasuk memastikan rambu lalu lintas berfungsi dengan baik, lampu penerangan jalan umum (LPJU) menyala, serta segera memperbaiki jalan berlubang.
Ridwan menegaskan, pemerintah daerah juga akan melakukan pengawasan terhadap aktivitas masyarakat pada malam takbiran.
Menurutnya, Bupati Karawang akan memberikan teguran kepada camat jika masih terdapat warga yang melakukan pawai dengan menggunakan sound horeg hingga menuju pusat kota.
“Lomba bedug yang digelar di masing-masing zona diharapkan menjadi solusi agar masyarakat tetap dapat merayakan malam takbiran tanpa menimbulkan kemacetan,” kata Ridwan.
Dari unsur TNI, Kasdim 0604 Karawang Mayor Inf. Saeful Husna menyampaikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Operasi Ketupat Lodaya 2026.
Ia menegaskan bahwa Kodim 0604 Karawang siap bersinergi dengan Polri dan seluruh instansi terkait untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat selama periode mudik dan libur Lebaran.
Menurutnya, pelaksanaan tugas di lapangan harus tetap mengacu pada prosedur tetap (protap) serta standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku.
“Kami siap mendukung penuh pelaksanaan operasi ini demi terciptanya situasi yang aman dan kondusif,” ujarnya.
Dalam pemaparan teknis, Kasat Intelkam Polres Karawang menjelaskan bahwa Operasi Ketupat Lodaya 2026 mengusung tema “Mudik Aman, Keluarga Bahagia”.
Operasi pengamanan tersebut dijadwalkan berlangsung selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026.
Sementara itu, puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 14 hingga 15 Maret 2026.
Beberapa potensi kerawanan yang menjadi perhatian antara lain kepadatan kendaraan di terminal, stasiun, serta jalur utama yang dilalui pemudik.
Kabag Ops Polres Karawang menambahkan bahwa sebanyak 785 personel akan diterjunkan dalam operasi tersebut.
Ratusan personel itu akan ditempatkan di 17 pos pengamanan (pospam) yang tersebar di berbagai titik strategis, baik di jalur tol maupun jalur arteri.
Sebagai tanda dimulainya operasi, Polres Karawang juga akan menggelar Apel Gelar Pasukan pada 12 Maret 2026 pukul 16.00 WIB.
Sementara itu, dari sisi rekayasa lalu lintas, Kasat Lantas Polres Karawang menjelaskan berbagai strategi yang telah disiapkan untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan di wilayah Karawang.
Salah satu fokus utama adalah jalur tol Jakarta–Cikampek yang selama ini menjadi jalur utama pemudik dari arah Jakarta menuju wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Jika terjadi lonjakan volume kendaraan, pihak kepolisian akan menerapkan sistem rekayasa lalu lintas seperti one way maupun contra flow.
Selain itu, sejumlah titik rawan kemacetan di jalur arteri juga menjadi perhatian khusus, di antaranya kawasan Tanjungpura, simpang Pendeuy, simpang Kartini, Pasar Kosambi, hingga jalur pantura.
Satlantas Polres Karawang juga menyiapkan tim urai kemacetan serta melakukan penyekatan kendaraan sumbu tiga di sejumlah gerbang tol, seperti Gerbang Tol Karawang Barat, Karawang Timur, dan Kalihurip.
“Kami juga menyiapkan kendaraan derek untuk mengantisipasi kendaraan yang mengalami mogok di jalur mudik,” ujarnya.
Di sisi lain, Dinas Perhubungan Kabupaten Karawang juga menyiagakan sebanyak 140 personel untuk membantu pengamanan arus mudik.
Para petugas tersebut akan ditempatkan di tiga pos pengamanan guna mendukung kelancaran arus lalu lintas selama periode mudik Lebaran.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Karawang Muhana mengungkapkan bahwa pihaknya juga akan menggelar program mudik gratis bagi masyarakat.
Program tersebut akan menyediakan sekitar 15 unit bus yang disiapkan untuk mengangkut warga Karawang yang ingin pulang ke kampung halaman.
“Kami juga akan fokus pada pengaturan lalu lintas agar pergerakan kendaraan selama arus mudik dan arus balik dapat berjalan lancar,” katanya.
Rapat koordinasi lintas sektoral ini menjadi langkah penting untuk menyamakan persepsi sekaligus memastikan kesiapan seluruh pihak yang terlibat dalam pengamanan Idul Fitri 1447 Hijriah di Kabupaten Karawang.
Melalui sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, serta berbagai instansi terkait, diharapkan arus mudik dan arus balik Lebaran tahun ini dapat berlangsung aman, tertib, dan lancar. (Ega Nugraha/Pojoksatu)