Plt Ketua RW 06 Plawad: Pemimpin Itu Mengabdi, Bukan Sekadar Jabatan

Plt Ketua RW 06 Plawad, Rohendi

POJOKJABAR.com, KARAWANG – Pelaksana Tugas (Plt) Ketua RW 06 Tanjung Bakan Loa, Kelurahan Plawad, Rohendi, menegaskan bahwa kepemimpinan di tingkat lingkungan harus dimaknai sebagai bentuk pengabdian, bukan sekadar jabatan struktural. Hal tersebut disampaikannya dalam Rapat Minggon Kelurahan Plawad, Rabu (4/2/2026).


Dalam pemaparan laporan kinerja dua mingguan, Rohendi menyebutkan bahwa selama 14 hari terakhir pihaknya fokus melakukan penataan kepemimpinan dan penjaringan aspirasi warga. Ia mengatakan, proses regenerasi di RW 06 tengah berjalan, termasuk penetapan Wahyu Wijaya sebagai Ketua RW terpilih serta pengawalan pemilihan ketua di RT 23, RT 24, dan RT 26.

Menurut Rohendi, proses kepemimpinan tidak boleh berhenti pada administrasi. Ia menekankan pentingnya mendengar langsung suara warga agar kebijakan yang diambil benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Rohendi menyampaikan, dari target 100 warga yang diharapkan menyampaikan aspirasi, hingga saat ini sebanyak 45 warga telah memberikan masukan. Aspirasi tersebut menjadi bahan evaluasi dan arah kebijakan kepengurusan ke depan.


Selain itu, ia juga memaparkan sejumlah kegiatan sosial yang telah berjalan, seperti program Jumat Senyum dan perbaikan saluran drainase lingkungan. Namun, Rohendi mengakui partisipasi warga dalam kegiatan lingkungan masih tergolong rendah.

Ia mencatat tingkat keikutsertaan warga dalam ronda malam baru mencapai sekitar 18 persen, sementara gotong royong berada di kisaran 27 persen. Kondisi tersebut, menurutnya, menjadi tantangan bersama yang perlu disikapi dengan peningkatan kesadaran kolektif.

Dalam kesempatan itu, Rohendi juga menyoroti persoalan petani di wilayah Plawad yang terdampak gagal panen, khususnya di area sekitar Pertamina. Ia mendorong pemerintah kelurahan dan Pemerintah Kabupaten Karawang untuk menghadirkan solusi konkret, salah satunya melalui program asuransi pertanian.

Tak hanya itu, Rohendi juga mengusulkan sinergi dengan TNI dan Polri untuk memberikan edukasi kepada pelajar, khususnya terkait pencegahan perundungan dan penanaman nilai patriotisme di SDN Plawad IV.

Menutup penyampaiannya, Rohendi mengutip ungkapan “Leiden is Lijden” yang berarti memimpin adalah menderita. Menurutnya, kepemimpinan memang menuntut pengorbanan, namun hal tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab kepada masyarakat.

Langkah dan sikap terbuka yang ditunjukkan Rohendi mendapat respons positif dari warga. Muhammad Syakur, salah satu warga Plawad, menyampaikan apresiasinya terhadap gaya kepemimpinan yang dinilai memberi teladan, khususnya bagi generasi muda agar lebih peduli terhadap lingkungan sekitar.

Sementara itu, Lurah Plawad Nabiyil Anzal Diaswara menyampaikan harapannya agar semangat kepemimpinan berbasis pengabdian dan partisipasi warga tersebut dapat diterapkan di wilayah lain di Kabupaten Karawang. (Ega Nugraha/Pojokjabar)