POJOKJABAR.Com, KARAWANG – Prestasi Nada Savaira Rizqa, siswi SMPN 1 Karawang Timur, meraih Juara 2 Ceramah Putri dalam Pentas Pendidikan Agama Islam (PAI) tingkat Provinsi Jawa Barat 2026 tidak diraih secara instan.
Guru pembimbing Nada, Fitri Meidasari, S.Pd.I., M.Pd., mengungkapkan persiapan dilakukan secara intensif dan terarah selama kurang lebih satu bulan.
Menurut Fitri, persiapan menjadi lebih padat karena terdapat perbedaan petunjuk teknis dan tema antara Pentas PAI tingkat Kabupaten Karawang dan tingkat Provinsi Jawa Barat.
“Awalnya kami fokus mematangkan materi ceramah, mulai dari memilih tema yang kuat, menyusun argumen, hingga menyelipkan pesan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari anak muda,” ujar Fitri saat dihubungi pada Selasa (29/9/2026).
Setelah materi dianggap matang, latihan kemudian diarahkan pada teknik penyampaian di atas panggung.
Nada dilatih dalam berbagai aspek, mulai dari olah vokal, artikulasi, intonasi, kontak mata hingga bahasa tubuh.
Untuk membangun mental dan kepercayaan diri, Nada juga beberapa kali diberikan kesempatan tampil dalam kegiatan kokurikuler keagamaan sekolah serta kultum sebelum briefing guru.
Selain pembinaan rutin, pihak sekolah juga menghadirkan narasumber yang berpengalaman di bidangnya. Langkah tersebut dilakukan untuk memperkaya wawasan sekaligus memberikan suasana latihan yang tidak monoton.
“Harapannya anak mendapat penyegaran, wawasan yang lebih luas, dan tidak mudah jenuh selama menjalani latihan,” katanya.
Fitri mengatakan pembinaan intensif berlangsung sekitar satu bulan. Pada minggu-minggu awal, latihan lebih banyak difokuskan pada pembahasan teks dan pembentukan karakter saat menyampaikan ceramah.
Memasuki dua hingga tiga minggu terakhir sebelum perlombaan, intensitas latihan ditingkatkan. Nada hampir setiap hari berlatih sepulang sekolah.
Menurut Fitri, salah satu kekuatan Nada terletak pada kemampuan menyampaikan materi dengan penjiwaan yang kuat.
“Nada punya artikulasi yang sangat jelas dan warna vokal yang mantap. Keunggulan terbesarnya ada pada kemampuan membawakan materi dengan rasa atau penjiwaan,” ungkapnya.
Fitri menilai Nada tidak sekadar menghafalkan teks. Saat berada di atas panggung, ia mampu menyampaikan pesan dengan ekspresi dan komunikasi yang baik.
Selain itu, Nada dinilai cepat menerima evaluasi. Setiap masukan yang diberikan selama latihan dapat segera diterapkan.
“Dia sangat komunikatif di atas panggung, ekspresinya hidup, cepat menangkap evaluasi, dan begitu diberi masukan langsung bisa diterapkan dengan baik. Semangat belajarnya juga tinggi dan mudah diarahkan,” ujarnya.
Fitri mengaku perasaannya campur aduk ketika mengetahui Nada berhasil meraih Juara 2 tingkat Jawa Barat.
Rasa kaget, haru, dan bangga bercampur menjadi satu setelah melihat perjuangan Nada sejak menjalani proses latihan.
“Melihat perjuangan Nada dari awal latihan, capeknya mengulang-ulang kalimat, sampai akhirnya namanya dipanggil naik podium Juara 2, rasanya semua lelah dan kerja keras terbayar lunas,” katanya.
Bagi Fitri, pencapaian tersebut menjadi hasil dari ketekunan yang ditunjukkan Nada selama menjalani pembinaan.
Ia berharap penghargaan tersebut tidak membuat Nada cepat berpuas diri. Sebaliknya, prestasi itu diharapkan menjadi motivasi untuk terus belajar dan mengembangkan kemampuan.
“Semoga piala ini jangan sampai membuat Nada cepat puas, tetapi menjadi pemantik semangat baru,” harapnya.
“Mudah-mudahan ilmu dan kepercayaan dirinya semakin matang, bukan hanya untuk kompetisi berikutnya, tetapi juga agar ceramah yang dibawakannya terus memberi manfaat dan inspirasi bagi teman-teman sebaya maupun masyarakat,” tandasnya.
