Skip to content
Pojok Jabar
Rabu, 7 Oktober 2026

Belasan Tahun Jadi SPG, Novita dan Eva Ungkap Suka Duka di Balik Ramainya Event

, · 16:23 WIB ·
Foto: Novita dan Eva saat menjalankan tugas sebagai Sales Promotion Girl (SPG) dalam kegiatan promosi produk di Karawang. (Pojoksatu/Rohendi).

POJOKJABAR.COM, KARAWANG — Di balik ramainya konser musik, seminar, pameran, hingga kegiatan promosi berbagai produk, terdapat para Sales Promotion Girl (SPG) yang bekerja langsung di lapangan.

Advertisement

Bagi sebagian orang, profesi tersebut mungkin hanya terlihat sebagai pekerjaan di balik sebuah kegiatan promosi.

Namun bagi Novita dan Eva, menjadi SPG adalah pekerjaan yang menuntut profesionalitas, kemampuan berkomunikasi, serta kesiapan menghadapi berbagai karakter konsumen.

Novita mengaku telah menekuni profesi sebagai SPG sejak tahun 2014. Selama lebih dari satu dekade, ia telah terlibat dalam berbagai kegiatan promosi, mulai dari produk makanan, minuman hingga kegiatan yang digelar dalam berbagai event.

Advertisement

“Saya jadi SPG dari tahun 2014 sampai sekarang. Event-nya banyak, mulai dari produk makanan, minuman dan lainnya. Kalau ada event dari agensi atau EO yang membutuhkan SPG, kami bisa ikut bekerja,” ujar Novita saat diwawancarai pada Kamis (9/10/2026).

Menurutnya, salah satu hal yang membuat dirinya menikmati pekerjaan tersebut adalah kesempatan untuk turun langsung ke lapangan dan bertemu dengan banyak orang.

Dari pekerjaan itu pula, ia mengaku mendapatkan banyak teman serta memperluas jaringan pertemanan dan relasi.

“Yang saya suka itu bisa ke lapangan, punya banyak teman dan relasi. Semakin lama, relasi juga semakin luas,” katanya.

Meski demikian, pekerjaan sebagai SPG juga memiliki tantangan tersendiri. Salah satunya adalah tuntutan untuk mencapai target yang telah ditetapkan dalam kegiatan promosi.

Selain itu, para SPG juga terkadang harus menghadapi berbagai penilaian dari masyarakat terhadap profesi yang mereka jalani.

Namun bagi Novita, pekerjaan harus tetap dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan profesionalitas.

“Namanya juga bekerja, yang penting kita harus profesional,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan salah satu hal yang terkadang membuatnya merasa tidak nyaman ketika bekerja adalah mendapat perlakuan berupa godaan dari pihak tertentu.

“Yang paling disebelin itu kalau sedang bekerja malah digoda,” ungkapnya.

Hal senada disampaikan Eva, yang telah sekitar lima tahun menjalani profesi sebagai SPG.

Perempuan asal Purbalingga itu mengaku telah cukup lama tinggal di Karawang bersama keluarganya.

Selama bekerja, Eva mengaku kerap terlibat dalam berbagai kegiatan, seperti event musik, seminar, hingga promosi berbagai produk.

“Kira-kira sudah lima tahunan. Biasanya ikut event musik, seminar dan promosi berbagai produk. Kami biasanya dipanggil melalui agensi,” katanya.

Bagi Eva, pekerjaan tersebut memberikan pengalaman tersendiri, terutama karena bisa bertemu dengan banyak orang dan memperluas relasi.

Namun, tantangan di lapangan juga tidak bisa dihindari. Salah satunya ketika target promosi yang telah ditentukan belum tercapai.

“Kalau target tidak tercapai, itu tentu menjadi salah satu tantangan. Tapi di lapangan kami tetap harus menjalankan pekerjaan dengan baik dan profesional,” ujarnya.

Eva mengatakan, selama menjalani profesinya, keluarga memberikan dukungan.

Baginya, kepercayaan keluarga menjadi hal penting selama pekerjaan tersebut dilakukan dengan niat yang baik dan tetap menjaga profesionalitas.

“Alhamdulillah keluarga mendukung, yang penting saling percaya. Selama niatnya bekerja dan kita nyaman dengan pekerjaan yang dijalani,” pungkasnya.

Bagi Novita dan Eva, menjadi SPG bukan sekadar berdiri di tengah keramaian sebuah event.

Di balik itu, ada tanggung jawab, target pekerjaan, kemampuan membangun komunikasi, hingga tuntutan untuk tetap profesional dalam menghadapi berbagai situasi di lapangan.

Ditulis oleh Ega Nugraha