Skip to content
Pojok Jabar
Rabu, 7 Oktober 2026

Open Tournamen Adu Layangan Di Majalengka Cukup Buruk, Panitia dan Wasit Kurang Profesional

, · 11:00 WIB ·
Foto : Sejumlah peserta dan panitia terlihat berada di lokasi Open Tournament Galatama Adu Layangan di Majalengka, Jawa Barat, yang digelar pada 5–6 September 2026.(Pojoksatu)

POJOKJABAR.com, MAJALENGKA – Pertandingan open tournamen galatama adu layangan yang berlangsung di Majalengka cukup buruk, berbagai keluhan dari para peserta terdengar sumbang.

Advertisement

Dari mulai lokasi adu latangan yang terkesan asal-asalan,kurang profesionalnya panitia dan pelatih hingga seabreg permasalahan di area adu layangan sehingga open tournamen di nilai buruk.

Acara open tournamen sendiri dilaksanakan dari tanggal 05 -06 September, pojokjabar.com sendiri hadir di hari pertama untuk menyaksikan langsung open tournamen yang hadiah totalnya mencapai puluhan juta tersebut.

Yang pertama masalah player atau para pemain, banyak pemain yang mendaftar ikut bermain lebih dari satu kali bahkan kabarnya ada yang sampai 3 kali hingga 4 kali main.

Advertisement

Walaupun mereka ( yang daftar lebih dari satu ) berbeda bagan, hal itu tetap sangat berpengaruh pada profesionalitas beruntun di lapangan saat bertanding adu layangan, salah satunya panitia melanggar aturan yang dibuatnya sendiri.

Contohnya, saat player yang mendaftar lebih dari satu kali main sedang bermain di bagan A, kemudian di waktu yang sama pemain tersebut harus bermain di bagan B dan mendapatkan 3 panggilan berturut-turut.

Dalam aturan ketika pemain sudah di panggil 3 kali berturut-turut tidak hadir maka dinyatakan gugur, tapi faktanya karena bahwa player sedang bermain di bagan A pemain di bagan B terpaksa menunggu hingga selesai.

Padahal, bila panitia tegas menerapkan aturan yang telah dibuatnya, seharusnya ketika player sudah dipanggil 3 kali tidak datang di diskualifilasi. Kalaupun player sedang bermain di bagan lain, itu resiko player yang harus di tanggung karena daftar lebih dari satu slot.

Kemudian juga hal itu berdampak pada waktu yang sudah ditentukan, seharusnya hari pertama semua bagan untuk babak pertama selesai menjadi molor ke hari berikutnya.

Seperti yang terjadi di Majalengka, totalnya ada 4 Bagan yaitu bagan A,B,C dan D dengan total peserta ada 256 player ( 256 slot ) Setiap bagan di bagi menjadi dua yaitu bagan A1 dan A2.

Faktanya di hari pertama hanya bermain dua bagan yang selesai, dua bagan berikutnya hanya sebagian kecik yang bermain. Tentu saja hari pertama yang seharusnya 256 player bertanding (128 permainan), paling hanya sampai 150 – 160 player, sisanya 90 – 100 san player lainnya di hari berikutnya.

Di hari pertama sudah terlihat bahwa panitia sudah tidak profesional, seharusnya ada 4 titik bagan bermain rapi ganya dua bagan yang dimainkan.

Kemudian juga wasit yang menjadi pengatur pertandingan antar player, ditemukan wasit setelah player mulai menyerang malah sibuk ngobrol. Bahkan sudah masuk batas pongkolpun wasit tidak mengetahui, karena asik ngobrol.

Akhirnya player yang bermain menggerutu, bahkan beberapa player diluar sampau berteriak-teriak mengingatkan wasit sudah batas pongkol tapi wasit asyik ngobrol dan kemungkinan tidak mendengar teriakan yang mengingatkan.

Kemudian kejadian kedua, dalam aturan bila senar nyangkut, player di kasih waktu beberapa detik untuk membenarkan bila lewat waktu yang ditentukan player dinyatakan kalah. Tapi ada satu kejadian,player senarnya nyangkut hingga satu menit lebih ( bukan lagi detik ), player masih bisa bermain bahkan sampai di undi ( kencring). Itu aturan yang dilanggar oleh panitianya sendiri.

“Saya sampai hayang modol ( buang air besar ) juga ditahan, takut di panggil – panggil enggak ada kan dinyakan gugur. Tapi faktanya, ada yang dipanggil berkali-kali tidak datang, karena sedang bermain di bagan lain tidak di diskualifikasi. Panitia tidak profesinalisme dan jugaopen turnamen yang buruk,” kata salah satu pemain dari luar wilayah Majalengka.

Untuk di ketahui, open tournamen di majalengka yang berlangsung dari tanggal 05 – 06 Septermber tersebut, di ikuti berbagai player dari luar wilayah, seperti dari Karawang, Purwakarta, Sumedang dan kabupaten lainnya di jawa barat.

Ditulis oleh Ega Nugraha