POJOKJABAR.com, Sigi – Upaya pemulihan pascagempa di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, tidak hanya difokuskan pada pemenuhan kebutuhan dasar, tetapi juga pemulihan kondisi psikologis anak-anak.
Melalui kolaborasi PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat (JBB), PT PLN Nusantara Power UP Rembang, dan Rumah Zakat, sebanyak 40 anak penyintas gempa mengikuti Program Layanan Dukungan Psikososial (LDP) di Desa Kamarora B, Kecamatan Nokilalaki, Sabtu (1/8).
Program tersebut menyasar anak-anak berusia 7 hingga 12 tahun yang terdampak gempa berkekuatan Magnitudo 6,7 yang mengguncang Kabupaten Sigi pada 16 Juni 2026.
Kegiatan dirancang untuk membantu anak-anak memulihkan rasa aman, membangun kembali kepercayaan diri, serta menumbuhkan semangat menjalani aktivitas sehari-hari melalui pendekatan yang menyenangkan.
Selama kegiatan, peserta diajak mengikuti berbagai aktivitas edukatif dan rekreatif.
Mereka memulai dengan permainan menyusun gelas menjadi menara untuk melatih kerja sama, konsentrasi, dan komunikasi.
Setelah itu, anak-anak mengekspresikan perasaan dan harapan melalui kegiatan menggambar sebagai bagian dari terapi ekspresif.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan pembuatan karya cap tangan berwarna-warni pada satu media bersama sebagai simbol kebersamaan, optimisme, dan semangat untuk bangkit setelah bencana.
Salah seorang orang tua peserta, Nurhayati, mengaku bersyukur melihat perubahan positif yang dialami anaknya setelah mengikuti program tersebut.
“Sejak gempa, anak saya menjadi lebih pendiam dan mudah takut. Alhamdulillah, setelah mengikuti kegiatan ini dia kembali mau bermain dan tertawa bersama teman-temannya. Terima kasih kepada Pertamina, PLN, dan Rumah Zakat atas kepedulian yang telah diberikan. Semoga anak-anak kami bisa kembali ceria seperti sediakala,” ujar Nurhayati.
Selain layanan dukungan psikososial, kolaborasi tersebut juga menyalurkan 40 paket sembako dan 40 paket alat tulis kepada anak-anak peserta kegiatan.
Bantuan itu diharapkan dapat membantu meringankan kebutuhan keluarga sekaligus mendukung proses belajar anak-anak pascabencana.
Kepala Desa Kamarora B, Messak Bara, menilai kegiatan tersebut memberikan dampak positif terhadap pemulihan psikologis anak-anak di wilayahnya.
“Anak-anak terlihat sangat antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Mereka kembali tertawa, bermain, dan berkreasi bersama teman-temannya. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus mendukung proses pemulihan anak-anak di Desa Kamarora B,” ujar Messak.
Pjs. Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Jawa Bagian Barat PT Pertamina Patra Niaga, Arya Yusa Dwicandra, menegaskan bahwa pemulihan pascabencana perlu dilakukan secara menyeluruh, termasuk memperhatikan kesehatan mental anak sebagai kelompok yang paling rentan.
“Kolaborasi ini menjadi pengingat bahwa proses pemulihan pascabencana tidak hanya diwujudkan melalui bantuan kebutuhan dasar, tetapi juga dengan menghadirkan perhatian dan kepedulian bagi kesehatan mental anak-anak. Kami berharap mereka dapat kembali tumbuh dengan rasa aman, semangat belajar, serta optimisme dalam meraih cita-cita mereka,” ujar Arya.
Program Layanan Dukungan Psikososial ini juga mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya tujuan 3 tentang kehidupan sehat dan sejahtera, tujuan 4 mengenai pendidikan berkualitas, tujuan 10 tentang berkurangnya kesenjangan, tujuan 11 mengenai kota dan permukiman berkelanjutan, serta tujuan 17 terkait kemitraan untuk mencapai tujuan pembangunan.***