POJOKJABAR.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat mengalokasikan anggaran sebesar Rp66,120 miliar untuk program peningkatan infrastruktur pada tahun anggaran 2026.
Anggaran tersebut akan digunakan untuk memperbaiki puluhan ruas jalan kabupaten serta pembangunan sejumlah infrastruktur pendukung yang dinilai mendesak bagi kebutuhan masyarakat.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Bandung Barat, Aan Sopyan, mengatakan sebanyak 34 ruas jalan menjadi target perbaikan pada tahun ini.
Program tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui pembangunan infrastruktur yang lebih baik.
“Tahun 2026 ini, ada 34 ruas jalan kabupaten yang akan diperbaiki dengan anggaran kurang lebih Rp66,120 miliar,” ungkapnya.
Menurut Aan, selain fokus pada peningkatan kualitas jalan, pemerintah juga memprioritaskan pembangunan dan perbaikan jembatan di sejumlah titik.
Dari berbagai proyek yang direncanakan, pembangunan Jembatan Rawabogo menjadi proyek dengan alokasi anggaran terbesar karena dinilai memiliki peran strategis dalam mendukung konektivitas antarwilayah di Kabupaten Bandung Barat.
Aan menjelaskan, panjang total jalan yang akan diperbaiki saat ini masih dalam tahap pengkajian ulang menyusul adanya perubahan harga satuan yang berpengaruh terhadap perhitungan teknis proyek.
Pemerintah daerah tengah melakukan penyesuaian agar pelaksanaan pekerjaan tetap berjalan sesuai perencanaan dan kebutuhan di lapangan.
“Untuk panjang jalan sebelumnya sudah dihitung, tetapi karena ada perubahan harga satuan, sekarang sedang dikaji ulang. Kami perkirakan dalam dua hingga tiga hari ke depan sudah ada kepastian terkait panjang dan lebar jalan,” lanjutnya.
Dalam pelaksanaannya, Pemkab Bandung Barat akan lebih banyak menggunakan konstruksi beton dibandingkan aspal hotmix.
Komposisi penggunaan beton diperkirakan mencapai 60 hingga 70 persen dari total proyek jalan yang dikerjakan, sementara sisanya menggunakan metode pengaspalan hotmix.
Langkah tersebut dipilih karena dinilai lebih sesuai dengan kondisi beberapa ruas jalan yang membutuhkan daya tahan lebih tinggi.
Pemerintah berharap pembangunan infrastruktur yang dilakukan secara bertahap ini dapat meningkatkan mobilitas masyarakat, memperlancar distribusi barang dan jasa, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di berbagai wilayah Bandung Barat.
Selain itu, perbaikan jalan dan jembatan juga diharapkan mampu meningkatkan keselamatan serta kenyamanan pengguna jalan.
Salah satu proyek dengan alokasi anggaran terbesar berada di ruas Purabaya–Jati Saguling, termasuk pembangunan total Jembatan Rawabogo dengan anggaran sekitar Rp8 miliar.
“Ruas Purabaya–Jati Saguling menjadi yang terbesar dari sisi anggaran karena ada pembangunan total Jembatan Rawabogo dengan pagu sekitar Rp8 miliar,” ungkapnya.
Proyek ditargetkan mulai berjalan paling lambat awal Mei 2026.
Meskipun sempat direncanakan lebih awal, penyesuaian harga satuan membuat jadwal sedikit mengalami pergeseran.
Pemkab Bandung Barat menargetkan seluruh program infrastruktur tersebut dapat berjalan sesuai jadwal sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan oleh masyarakat pada tahun 2026.
Seluruh pekerjaan ditargetkan rampung sebelum akhir tahun anggaran 2026 sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan masyarakat.
Aan juga mengimbau pengguna jalan untuk bersabar selama proses perbaikan.
“Target kami mulai maksimal awal Mei. Awalnya minggu ini akan launching, tapi karena ada perubahan harga satuan, kemungkinan ada penyesuaian termasuk pengurangan panjang jalan,” ucapnya.
