Sosok Eks Aktivis Mahasiswa di Balik Pemilihan RW Serentak Pertama di Plawad

Ketua LPM Kelurahan Plawad Hendra Wijaya saat memberikan keterangan terkait persiapan pemilihan RW serentak perdana di Kelurahan Plawad, Karawang Timur.

POJOKJABAR.com, KARAWANG – Kelurahan Plawad, Kecamatan Karawang Timur, Kabupaten Karawang, bersiap mencatat sejarah baru dalam tata kelola pemerintahan lingkungan. Untuk pertama kalinya sejak bertransformasi dari desa menjadi kelurahan, wilayah ini akan menggelar pemilihan Rukun Warga (RW) secara serentak di empat wilayah sekaligus.


Empat RW yang akan melaksanakan suksesi kepemimpinan tersebut yakni RW 02, RW 03, RW 04, dan RW 05. Momentum ini disebut-sebut menjadi langkah besar menuju sistem administrasi lingkungan yang lebih tertata dan profesional.

Inisiatif pemilihan serentak ini digagas oleh Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Plawad, Hendra Wijaya, S.Psi., M.Si. Sosok muda yang dikenal aktif dalam berbagai gerakan sosial dan kepemudaan itu menilai penyatuan jadwal pemilihan menjadi kebutuhan penting demi efektivitas tata kelola lingkungan di masa depan.

Hendra bukan figur baru dalam dunia organisasi. Ia pernah menjabat sebagai Wakil Presiden Mahasiswa BEM KEMA Universitas Padjadjaran pada 2014 dan juga aktif memimpin Karang Taruna Kelurahan Plawad selama dua periode.


Menurut Hendra, selama ini pergantian kepengurusan RT dan RW di wilayah Plawad berjalan dengan jadwal berbeda-beda sehingga kerap menimbulkan ketidaksinkronan administrasi. Karena itu, pihaknya mendorong adanya standarisasi pemilihan secara serentak.

“Ini adalah sejarah bagi Kelurahan Plawad karena sebelumnya belum pernah dilakukan pemilihan secara serentak. Ke depan, kami akan mendorong agar pergantian RT dan RW dilakukan dalam satu momen waktu, layaknya pemilihan umum pada umumnya, baik melalui jalur aklamasi maupun pemungutan suara langsung,” ujar Hendra, Rabu (13/5/2026).

Ia menambahkan, meskipun saat ini masih terdapat perbedaan masa bakti antarwilayah sekitar satu hingga dua tahun, LPM berkomitmen menjadikan penyelarasan jadwal tersebut sebagai agenda prioritas.

Langkah itu dinilai penting untuk menciptakan kerapihan administrasi sekaligus memudahkan koordinasi pemerintahan di tingkat lingkungan.

Tak hanya fokus pada aspek administrasi, Hendra juga memberikan apresiasi terhadap budaya demokrasi masyarakat Plawad yang dinilai semakin dewasa. Menurutnya, warga mampu mengedepankan musyawarah mufakat dalam menentukan calon pemimpin lingkungan.

Namun demikian, masyarakat juga dinilai siap menghadapi proses pemungutan suara secara sehat apabila kesepakatan bersama tidak tercapai.

“Masyarakat kita cukup dinamis dan mengedepankan musyawarah. Mereka terbuka untuk diskusi dan saling berbagi pendapat. Jika mufakat tidak tercapai, warga sudah cukup bijak untuk menyelesaikannya melalui pemungutan suara atau voting,” katanya.

Saat ini, tahapan pemilihan mulai bergerak setelah pelantikan panitia resmi dilaksanakan. Dalam waktu dekat, proses penjaringan calon pemimpin lingkungan akan segera dimulai.

Berdasarkan jadwal yang telah ditetapkan, pendaftaran dan penjaringan bakal calon RW akan berlangsung pada 14 hingga 17 Mei 2026.

Selanjutnya, pada 21 Mei 2026 akan dilakukan penetapan nomor urut calon sekaligus dimulainya masa sosialisasi dan penyampaian visi-misi kepada warga.

Puncak pemilihan dijadwalkan berlangsung pada 24 Mei 2026 secara serentak di empat RW yang mengikuti proses demokrasi tersebut.

Pelaksanaan pemilihan serentak ini diharapkan mampu melahirkan pemimpin-pemimpin lingkungan yang kredibel, aspiratif, dan mampu bersinergi dalam membangun Kelurahan Plawad menjadi wilayah yang lebih maju.

Selain itu, sistem pemilihan yang lebih tertata diyakini dapat menjadi contoh bagi wilayah lain di Kabupaten Karawang dalam membangun budaya demokrasi lokal yang sehat dan partisipatif.

Warga pun menyambut positif langkah tersebut karena dianggap mampu menghadirkan proses pergantian kepemimpinan yang lebih transparan dan efisien.

Jika berjalan sukses, bukan tidak mungkin model pemilihan serentak tingkat lingkungan ini akan menjadi tradisi baru di Kelurahan Plawad pada masa mendatang. (Rohendi/Pojokjabar)