Kapten Oman: Siswa Harus Jadi Kartini Modern yang Cerdas dan Beretika

Danramil 0405/Pedes Kapten Chk Oman saat menjadi inspektur upacara Hari Kartini di SMPN 1 Pedes, Karawang.

POJOKJABAR.com, KARAWANG – Peringatan Hari Kartini di SMPN 1 Pedes, Kabupaten Karawang, berlangsung khidmat dan penuh makna pada Selasa (21/04). Kegiatan tersebut semakin istimewa dengan kehadiran Danramil 0405/Pedes Kodim 0604/Karawang, Kapten Chk Oman, yang bertindak sebagai inspektur upacara.


Kehadiran perwira TNI di lingkungan sekolah itu disambut hangat oleh pihak sekolah dan para siswa. Momen ini dinilai menjadi bentuk nyata dukungan terhadap dunia pendidikan sekaligus memberikan motivasi bagi generasi muda.

Usai pelaksanaan upacara, Kapten Chk Oman menyampaikan pandangannya terkait pentingnya sinergi antara TNI dan institusi pendidikan. Menurutnya, peran TNI tidak hanya sebatas menjaga kedaulatan negara secara fisik, tetapi juga turut berkontribusi dalam membentuk karakter generasi penerus bangsa.

“Kehadiran TNI di tengah siswa bertujuan untuk menjaga kedaulatan mental generasi penerus bangsa,” ujarnya.


Ia menekankan bahwa semangat emansipasi yang diperjuangkan RA Kartini bukan hanya soal kesetaraan gender, tetapi juga menyangkut kesempatan yang sama dalam memperoleh pendidikan dan mengembangkan potensi diri.

Dalam konteks kekinian, nilai-nilai tersebut dinilai tetap relevan, terutama di tengah tantangan era digital yang semakin kompleks. Kapten Oman menilai bahwa generasi muda saat ini menghadapi tantangan yang berbeda dibandingkan masa lalu.

Jika dahulu perjuangan lebih bersifat fisik, kini generasi muda dihadapkan pada derasnya arus informasi yang tidak semuanya berdampak positif. Oleh karena itu, siswa dituntut memiliki kemampuan menyaring informasi serta memanfaatkan teknologi secara bijak.

“Para siswa harus menjadi Kartini modern yang cerdas dalam menggunakan teknologi,” pesannya.

Ia menjelaskan bahwa perangkat digital seperti ponsel pintar dan internet seharusnya menjadi alat untuk memperluas wawasan dan meningkatkan kualitas diri. Namun, jika tidak digunakan dengan bijak, teknologi justru dapat menimbulkan dampak negatif, seperti menurunnya semangat belajar hingga degradasi moral.

Lebih lanjut, Kapten Oman juga mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara prestasi akademik dan pembentukan karakter. Menurutnya, kecerdasan intelektual saja tidak cukup tanpa diimbangi dengan etika dan sikap yang baik.

“Pintar saja tidak cukup, siswa harus memiliki etika dan mental pejuang agar tidak mudah menyerah pada keadaan,” tegasnya.

Pesan tersebut mendapat respons positif dari para siswa dan tenaga pendidik. Mereka menilai bahwa kehadiran TNI di sekolah memberikan perspektif baru sekaligus memperkuat nilai-nilai kedisiplinan dan nasionalisme.

Peringatan Hari Kartini di SMPN 1 Pedes pun tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga momentum refleksi bagi seluruh peserta didik untuk meneladani semangat perjuangan Kartini dalam kehidupan sehari-hari. (Rohendi/Pojokjabar)