POJOKJABAR.com, Jakarta — PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat (JBB) bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggelar panen raya serentak di RPTRA Sunter Jaya Berseri, Jakarta Utara, Minggu (30/3).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan masyarakat berbasis komunitas melalui pemanfaatan lahan publik produktif.
Panen raya di RPTRA Sunter Jaya Berseri diresmikan secara daring oleh Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi DKI Jakarta, Endang Nugrahani.
Program tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Kelurahan Sunter Jaya dan Pertamina Patra Niaga melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) berbasis ekonomi sirkular.
Dalam pelaksanaannya, limbah dari UMKM Racik Mina dimanfaatkan sebagai media tanam, sementara hasil panen diolah menjadi bahan pangan bernilai ekonomis.
Pendekatan ini mendorong masyarakat agar tidak hanya berperan sebagai konsumen, tetapi juga produsen pangan mandiri.
Dari pemanfaatan lahan RPTRA tersebut, panen raya menghasilkan sekitar 500 kilogram sayuran dan ubi ungu.
Hasil ini menjadi indikator keberhasilan sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam membangun ketahanan pangan di lingkungan perkotaan.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wali Kota Administrasi Jakarta Utara Hendra Hidayat, Kepala Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian Jakarta Utara Novi Christine Palit, Camat Tanjung Priok Samsu Rizal Kadafi, serta Lurah Sunter Jaya Eka Persilia Yeluma.
Selain unsur pemerintah, hadir pula perwakilan PKK, seluruh pengurus RPTRA Sunter Jaya, Kelompok Tani Pulo Jaya, serta Kelompok Racik Mina yang terlibat aktif dalam pelaksanaan program.
Ketua PKK Kota Jakarta Utara, Fida Hendra, menilai panen raya menunjukkan besarnya potensi masyarakat untuk mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan apabila didukung pengelolaan lahan yang optimal.
“Kegiatan Panen Raya ini menjadi bukti bahwa masyarakat memiliki potensi besar untuk mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan. Dengan dukungan berbagai pihak, pemanfaatan lahan yang optimal dapat menghasilkan pangan lokal yang sehat dan terjangkau,” ujar Fida.
Secara terpisah, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat, Susanto August Satria, mengatakan kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam menghadirkan dampak nyata bagi penguatan ketahanan pangan komunitas.
“Program Panen Raya ini membuktikan bahwa kolaborasi antara Pertamina, pemerintah, dan masyarakat mampu menciptakan dampak positif yang nyata. Ini menjadi langkah penting dalam memperkuat ketahanan pangan, khususnya di tingkat komunitas,” ujar Satria.
Program ini sekaligus memperlihatkan bagaimana kolaborasi berkelanjutan antara sektor usaha, pemerintah, dan warga dapat mendorong pencapaian target pembangunan berkelanjutan, khususnya Sustainable Development Goals (SDGs) poin 2, yakni tanpa kelaparan.