POJOKJABAR.com, KARAWANG – Peristiwa kehilangan sepeda motor kembali terjadi di kawasan proyek pembangunan pabrik baterai milik Contemporary Amperex Technology Co Limited (CATL) di Kabupaten Karawang.
Seorang pekerja lepas berinisial MZ (22) mengaku harus menerima kenyataan pahit setelah sepeda motor miliknya hilang saat diparkir di area proyek yang berada di Kawasan Artha Industrial Hills, Kecamatan Telukjambe Barat.
Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (12/3/2026) siang. Motor Honda Beat warna biru bernopol T 6158 SA yang digunakan MZ sehari-hari dilaporkan hilang ketika ia sedang bekerja.
MZ mengatakan, saat berangkat kerja pada pagi hari dirinya memarkir kendaraan di area parkir depan proyek bersama ratusan sepeda motor pekerja lainnya.
Ia sempat keluar sebentar untuk membeli makan siang dan saat itu motornya masih berada di tempat parkir.
Namun ketika hendak pulang kerja pada sore hari, motor tersebut sudah tidak berada di lokasi.
“Saya kerja pagi parkir seperti biasa bersama motor pekerja lain. Siang sempat keluar beli makan, motornya masih ada. Tapi pas pulang kerja mau ambil motor ternyata sudah hilang,” kata MZ kepada wartawan, Jumat (13/3/2026).
Setelah menyadari motornya hilang, MZ kemudian mencoba melapor kepada petugas keamanan yang berjaga di area proyek.
Namun ia mengaku tidak mendapatkan tanggapan yang diharapkan. Menurutnya, petugas keamanan justru menyampaikan bahwa kehilangan kendaraan bukan menjadi tanggung jawab mereka.
“Saya lapor ke security malah dimarahi. Katanya tugas mereka cuma merapikan parkiran motor, bukan menjaga kalau ada kehilangan,” ujarnya.
MZ juga mengaku mendapat informasi bahwa kejadian kehilangan kendaraan di kawasan proyek tersebut bukan kali pertama terjadi.
Menurutnya, beberapa pekerja lain juga pernah mengalami kejadian serupa dalam beberapa waktu terakhir.
Ia kemudian mencoba kembali mendatangi pos keamanan untuk meminta penjelasan lebih lanjut. Namun situasi sempat memanas ketika dirinya berusaha merekam percakapan dengan petugas keamanan.
“Saya datang lagi ke pos security karena kesal, saya mau merekam supaya ada bukti. Tapi malah dimarahi dan HP saya dirampas, rekamannya dihapus,” ungkapnya.
MZ menyebut kejadian tersebut bahkan terjadi di hadapan pimpinan petugas keamanan di lokasi.
Meski demikian, ia mengaku tetap tidak mendapatkan solusi terkait kehilangan sepeda motor miliknya.
Sementara itu, pihak manajemen perusahaan subkontraktor tempat MZ bekerja juga menyatakan bahwa kehilangan kendaraan di area tersebut bukan menjadi tanggung jawab perusahaan.
Terpisah, Sekretaris Jenderal DPD Media Independen Online (MIO) Karawang, Subhan Amhar, menilai kejadian tersebut seharusnya menjadi perhatian serius bagi pihak perusahaan maupun penyedia jasa keamanan.
Menurutnya, kasus kehilangan kendaraan yang terjadi berulang kali menunjukkan perlunya evaluasi sistem keamanan di kawasan proyek tersebut.
Ia juga mendorong agar aparat kepolisian dapat melakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut agar tidak kembali terjadi di kemudian hari.
“Kejadian seperti ini harus menjadi perhatian serius. Kalau memang sudah sering terjadi, sistem keamanan di kawasan proyek harus dievaluasi,” ujarnya.
Subhan berharap kejadian serupa tidak kembali menimpa pekerja lainnya, terutama mereka yang menggantungkan penghasilan dari pekerjaan di kawasan proyek tersebut. (Ega Nugraha/Pojoksatu)