Konservasi Saninten Lestari, Pertamina Patra Niaga Perkuat Ekosistem dan Libatkan Masyarakat

POJOKJABAR.com, Bandung — Upaya menjaga kelestarian pohon Saninten (Castanopsis argentea) terus dilakukan di kawasan Bandung Utara.


Pohon endemik yang memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem tersebut kini menghadapi ancaman degradasi lahan dan penggundulan hutan.

Kondisi itu tidak hanya berpotensi memengaruhi kualitas air, tetapi juga mengancam keanekaragaman hayati. Terlebih, Saninten tercatat sebagai spesies terancam punah (endangered) dan termasuk pohon yang dilindungi.

Melihat kondisi tersebut, Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat (JBB) melalui Aviation Fuel Terminal (AFT) Husein Sastranegara menjalankan Program Konservasi Saninten Lestari.


Program yang dimulai sejak 2021 ini ditujukan untuk memperkuat populasi Saninten sekaligus memulihkan fungsi ekologis kawasan.

Program tersebut dilaksanakan di Desa Suntenjaya, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, serta Desa Mekarmanik, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung.

Selama periode 2021-2026, sebanyak 4.200 pohon telah ditanam di area konservasi seluas 3,5 hektare. Tanaman yang ditanam terdiri atas 1.450 Saninten, 450 Puspa, 200 Rasamala, dan 150 Eucalyptus.

Selain pohon konservasi, program ini juga mencakup tanaman produktif seperti kopi, jeruk, alpukat, dan cengkeh. Penanaman menggunakan konsep agroforestri dengan melibatkan masyarakat dan petani.

Konsep tersebut membuat kegiatan konservasi tidak hanya berorientasi pada pemulihan vegetasi, tetapi juga membuka peluang nilai ekonomi bagi kelompok masyarakat yang terlibat.

Keberlanjutan program kemudian dipantau secara berkala melalui perkembangan dan survival rate bibit Saninten setiap tahun.

Pemantauan dilakukan bersama Kelompok Saninten Indonesia, Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Bandung Utara, masyarakat, petani, mahasiswa, dan komunitas lingkungan.

Hasil pemantauan menunjukkan tingkat keberlangsungan hidup pohon mencapai 95 persen.

Selain penanaman dan pemantauan, edukasi lingkungan menjadi bagian penting dalam Program Konservasi Saninten Lestari.

Pertamina Patra Niaga Regional JBB menghadirkan MOKA (Modul Konservasi) Saninten bagi pelajar Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Materi konservasi dikemas melalui berbagai kegiatan, mulai dari penyampaian materi, fun games, hingga penyerahan bibit pohon. Hingga saat ini, kegiatan edukasi tersebut telah melibatkan 412 peserta.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menanamkan kepedulian terhadap lingkungan sejak dini, sekaligus mengenalkan pentingnya keberadaan pohon endemik bagi ekosistem kepada generasi muda.

Peran Local Hero Jaga Saninten

Di tengah pelaksanaan program konservasi, Leni Suswati menjadi salah satu local hero yang ikut menjaga keberlanjutan Saninten di tingkat masyarakat.

Bagi Leni, pelestarian pohon endemik tidak berhenti pada kegiatan penanaman. Menjaga Saninten juga berarti mempertahankan keanekaragaman hayati, sumber air, serta keseimbangan ekosistem agar tetap dapat dinikmati generasi mendatang.

“Bagi saya, kegiatan penanaman pohon endemik di kawasan hutan lindung ini sangat penting karena bukan sekadar menanam pohon, tetapi juga menjaga warisan alam agar tetap hidup untuk generasi berikutnya. Kegiatan ini sangat bermakna karena mempertemukan banyak pihak untuk bersama-sama merawat alam. Terima kasih kepada Pertamina Patra Niaga Regional JBB yang terus mendukung upaya pelestarian hutan dan penanaman pohon endemik di Jawa Barat,” ujar Leni.

Sementara itu, Area Manager Communication, Relations & CSR Regional JBB Pertamina Patra Niaga, Reno Fri Daryanto, mengatakan konservasi membutuhkan proses panjang dan keterlibatan berbagai pihak.

Menurutnya, upaya menjaga kelestarian Saninten tidak cukup hanya dengan melakukan penanaman pohon.

Pemeliharaan, pemantauan, edukasi, serta keterlibatan masyarakat menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari keberlanjutan program.

“Konservasi tidak berhenti pada penanaman pohon, tetapi juga membutuhkan pemeliharaan, monitoring, edukasi, dan keterlibatan masyarakat. Melalui kolaborasi tersebut, kami berharap keberadaan pohon endemik dapat terus terjaga sekaligus memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat sekitar,” ujar Reno.

Program Konservasi Saninten Lestari sekaligus menjadi bagian dari kontribusi Pertamina Patra Niaga Regional JBB dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).

Program tersebut mendukung sejumlah target SDGs, khususnya poin 8 tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, poin 13 tentang penanganan perubahan iklim, poin 15 tentang ekosistem daratan, serta poin 17 tentang kemitraan untuk mencapai tujuan.

Melalui program ini, upaya pelestarian keanekaragaman hayati di Bandung Utara berjalan beriringan dengan penguatan peran masyarakat.

Konservasi Saninten pun diarahkan bukan sekadar untuk menjaga pohon endemik, tetapi juga memastikan keberlanjutan ekosistem dan manfaatnya bagi masyarakat di masa mendatang.***