Pertamina Tambah Desa Energi Berdikari, Komunitas Rajut Difabel Kini Berbasis Energi Surya

POJOKJABAR.com, Bandung – PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat (JBB) terus memperluas program Desa Energi Berdikari (DEB).


Kali ini, langkah tersebut diwujudkan melalui pemasangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Komunitas Merajut Asa Kita, Kelurahan Binong, Kecamatan Batununggal, Kota Bandung, Selasa (21/4).

Program ini menyasar kelompok difabel binaan Pertamina yang selama ini mengembangkan usaha rajut sebagai penggerak ekonomi lokal.

Komunitas Merajut Asa Kita tidak hanya aktif di sektor fashion, tetapi juga berkembang menjadi bagian dari kampung wisata kreatif di wilayah tersebut.


Melalui inisiatif ini, Pertamina menghadirkan akses energi bersih sekaligus mendorong kemandirian ekonomi warga.

Sistem PLTS yang dipasang memiliki kapasitas 6,6 kWp, dilengkapi baterai penyimpanan 10 kWh dan inverter 5.000 watt berbasis off-grid.

Energi yang dihasilkan dimanfaatkan untuk mendukung aktivitas produktif, mulai dari UMKM hingga pusat pelatihan komunitas.

Ketua Komunitas Merajut Asa Kita, Eka Rahmat Jaya, menyampaikan apresiasi atas dukungan tersebut.

Menurutnya, keberadaan PLTS membawa dampak signifikan terhadap aktivitas produksi.

“Kami sangat mengapresiasi dukungan dari Pertamina melalui program ini. Dengan pemanfaatan energi surya yang bersih, kegiatan produksi rajut dapat berlangsung lebih optimal, biaya operasional menurun, serta produktivitas dan semangat kolaborasi anggota semakin meningkat,” ujar Eka.

Tak hanya pemasangan, Pertamina juga memberikan edukasi terkait energi baru terbarukan, pengoperasian, hingga perawatan PLTS.

Kegiatan ini diikuti oleh 14 peserta yang terdiri dari perwakilan Kelurahan Binong dan anggota komunitas, sehingga mereka mampu mengelola sistem energi secara mandiri.

Pelaksanaan program turut melibatkan tim dari Universitas Sebelas Maret (UNS), yakni Agus Supriyanto, Vernanda Sitorini Zul Hizmi, dan Dwi Djoko Rahmadi, yang bertindak sebagai penyedia sekaligus pemasang sistem.

Pendampingan teknis juga diberikan guna memastikan keberlanjutan pemanfaatan PLTS.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional JBB, Susanto August Satria, menegaskan bahwa program Desa Energi Berdikari merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung transisi energi.

“Melalui program ini, kami berharap masyarakat tidak hanya mendapatkan akses energi bersih, tetapi juga mampu meningkatkan produktivitas serta mencapai kemandirian ekonomi secara berkelanjutan,” ujar Satria.

Dari sisi lingkungan, pemanfaatan energi surya di komunitas ini mampu menekan emisi karbon hingga 4–5 ton CO₂ per tahun.

Upaya tersebut sejalan dengan target Net Zero Emission 2060 Pertamina, sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya energi bersih, pertumbuhan ekonomi, dan penanganan perubahan iklim.