JAKARTA, POJOKJABAR.com – Beredarnya konten media sosial yang memperlihatkan tindakan tidak pantas seorang anak terhadap Pahlawan Nasional Jenderal Besar Dr. A.H. Nasution menuai keprihatinan.
Peristiwa tersebut menjadi perhatian Ketua Umum Ikatan Keluarga Besar Barisan Pelopor, Tanto Sudiro. Ia menilai, kejadian itu menjadi pengingat pentingnya pendidikan moral, etika, dan literasi digital sejak dini.
“Saya sangat prihatin dengan adanya insiden itu. Untuk itu, perlunya pembenahan moral dan pentingnya literasi digital berbasis Pancasila sejak dini,” ujar Tanto.
Menurutnya, orang tua memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk karakter anak. Pengawasan dan pendampingan diperlukan, terutama dalam penggunaan media sosial.
Ia juga menegaskan bahwa penghormatan terhadap pahlawan bangsa harus ditanamkan sejak kecil. Pendidikan sejarah dan nilai kesopanan tidak boleh diabaikan dalam membentuk karakter generasi muda.
“Kita yang menganut adat ketimuran memandang orang tua adalah cerminan anak-anaknya. Kejadian ini menjadi momentum pentingnya pendidikan sejarah, penghormatan kepada Pahlawan Bangsa, serta bimbingan dan pengawasan orang tua dalam menggunakan media sosial,” katanya.
Tanto bersama seluruh jajaran Ikatan Keluarga Besar Barisan Pelopor mengajak pemerintah, orang tua, guru, organisasi pemuda, dan masyarakat untuk kembali memperkuat pendidikan karakter.
Menurutnya, kebebasan bermedia sosial harus disertai tanggung jawab dan etika. Nilai-nilai Pancasila serta penghormatan terhadap jasa para pahlawan perlu terus ditanamkan kepada generasi muda.
Ia berharap kejadian tersebut menjadi bahan evaluasi bersama agar ruang digital tidak menjadi tempat berkembangnya perilaku yang bertentangan dengan nilai-nilai luhur bangsa. ***
