Pertamina FT Tasikmalaya Tingkatkan Keterampilan KWT Mekar Fajar Melalui Pelatihan Hidroponik

POJOKJABAR.com, Tasikmalaya – Keterbatasan lahan di kawasan perkotaan masih menjadi tantangan bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangan sekaligus meningkatkan pendapatan.


Menjawab persoalan tersebut, PT Pertamina Patra Niaga melalui Fuel Terminal (FT) Tasikmalaya terus memperkuat Program Kawasan Wisata Tematik (Katasik) Ar-Rozak yang telah dijalankan sejak 2024.

Program ini mengoptimalkan lahan yang sebelumnya kurang produktif menjadi kawasan edukasi pertanian sekaligus ruang pemberdayaan masyarakat.

Melalui Katasik, Pertamina membina Kelompok Wanita Tani (KWT) Mekar Fajar untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendorong kemandirian ekonomi warga.


Sebagai bagian dari penguatan program, Pertamina menggelar Pelatihan Pertanian Hidroponik bagi 16 anggota KWT Mekar Fajar di Patra Bumi Katasik, Rabu (29/7).

Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan materi sekaligus praktik budidaya hidroponik sebagai metode bercocok tanam yang hemat air, efisien di lahan terbatas, dan memiliki nilai ekonomi melalui budidaya selada Batavia.

Pelatihan yang memadukan teori dan praktik ini berhasil meningkatkan pemahaman peserta. Hal tersebut terlihat dari hasil pre-test dan post-test yang menunjukkan peningkatan pengetahuan anggota KWT Mekar Fajar.

Keterampilan yang diperoleh diharapkan dapat diterapkan secara mandiri untuk mengembangkan budidaya selada Batavia, sehingga mampu mendukung ketahanan pangan keluarga sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan.

Perwakilan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Cibeureum, Asep Jajapsidiq, mengapresiasi pelaksanaan pelatihan hidroponik yang dinilai memberikan dampak positif bagi pemberdayaan masyarakat di wilayah sekitar.

“Kami berterima kasih kepada Pertamina atas penyelenggaraan pelatihan ini. Kami berharap pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh anggota KWT Mekar Fajar dapat terus diterapkan untuk mendukung ketahanan pangan keluarga sekaligus membuka peluang usaha yang berkelanjutan,” ujar Asep.

Ketua Kelompok Wanita Tani (KWT) Mekar Fajar, Fitri Nurhayati, mengatakan pelatihan tersebut memberikan pengalaman baru sekaligus meningkatkan kepercayaan diri para anggota untuk mulai mengembangkan budidaya hidroponik secara mandiri.

“Melalui pelatihan ini kami memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru yang bermanfaat. Kini kami lebih memahami cara budidaya hidroponik, mulai dari penyemaian hingga perawatan tanaman. Kami berharap ilmu yang diperoleh dapat diterapkan bersama oleh seluruh anggota KWT, sehingga tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan pangan keluarga, tetapi juga menjadi peluang untuk menambah penghasilan,” ujar Fitri.

Di kesempatan terpisah, Pjs. Area Manager Communication, Relations & CSR Regional JBB PT Pertamina Patra Niaga, Reno Fri Daryanto, menegaskan pelatihan tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menghadirkan program pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan.

“Melalui Program Katasik, Pertamina terus mendorong pemberdayaan masyarakat dengan memperkuat keterampilan dan mengoptimalkan potensi lokal. Pelatihan hidroponik bagi KWT Mekar Fajar menjadi salah satu upaya untuk mendukung ketahanan pangan sekaligus membuka peluang ekonomi yang berkelanjutan,” ujar Reno.

Selain memberikan manfaat bagi masyarakat, pelatihan hidroponik ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin 2 tentang Tanpa Kelaparan melalui penguatan ketahanan pangan dan pertanian berkelanjutan, poin 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui penciptaan peluang usaha mandiri bagi kelompok tani perkotaan, serta poin 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antara perusahaan, pemerintah, akademisi, praktisi, dan masyarakat dalam menciptakan dampak sosial yang berkelanjutan.***