Berbasis Sains, Pertamina dan Pemprov Jabar Ukur Kapasitas Serapan Karbon di Sumedang

POJOKJABAR.com, Bandung – PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat (JBB), melalui Fuel Terminal (FT) Bandung, menjalin sinergi strategis dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Barat untuk meneliti kapasitas penyerapan dan penyimpanan karbon di Taman Kehati Kiara Payung, Kabupaten Sumedang, pada Selasa (14/7).


Penelitian yang menyasar blok asuh Pertamina seluas 1,9 hektare ini merupakan langkah nyata kolaborasi lintas sektor dalam mendukung pelestarian lingkungan serta mitigasi perubahan iklim secara terukur.

Turut hadir dalam kegiatan ini Penyuluh Lingkungan Ahli Muda DLH Jabar, Yulia Budiasih, serta perwakilan dari Fuel Terminal Bandung dan akademisi dari Institut Pertanian Bogor (IPB) serta Universitas Padjadjaran.

Tim peneliti menerapkan metode ground-based measurement atau pengukuran langsung di lapangan. Fokus utamanya adalah menghitung cadangan karbon pada vegetasi dan tanah.


Berbagai parameter teknis, mulai dari diameter batang, identifikasi spesies, tinggi vegetasi, hingga pengambilan sampel tanah pada pohon seperti rasamala, damar, puspa, mahoni, angsana, dan gaharu, dikumpulkan untuk menghitung besaran rosot karbon di kawasan tersebut.

Data ilmiah yang dihasilkan nantinya diharapkan menjadi landasan krusial bagi pengembangan kawasan konservasi berbasis sains.

Selain melestarikan keanekaragaman hayati, riset ini krusial dalam mendukung target nasional pembangunan rendah karbon dan penurunan emisi gas rumah kaca.

Secara ekologis, upaya ini diharapkan mampu mengoptimalkan peran Taman Kehati Kiara Payung dalam mitigasi iklim.

Dampak positifnya pun menjangkau sektor sosial-ekonomi, yakni memberikan manfaat langsung bagi 12 anggota Kelompok Pengelola Taman Kehati serta manfaat ekologis bagi sekitar 6.862 penduduk Desa Sindangsari.

Penyuluh Lingkungan Ahli Muda Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Barat, Yulia Budiasih menyampaikan bahwa penelitian rosot karbon menjadi langkah penting dalam mendukung pengelolaan kawasan konservasi berbasis data.

“Penelitian rosot karbon ini penting untuk mengetahui kemampuan Taman Kehati Kiara Payung dalam menyerap karbon. Data yang dihasilkan diharapkan dapat menjadi dasar pengelolaan kawasan konservasi sekaligus mendukung upaya penurunan emisi gas rumah kaca di Jawa Barat,” ujar Yulia.

Mahasiswa IPB, Muhammad Yahya Wijaya, turut mengungkapkan antusiasmenya dalam riset lapangan ini.

“Melalui kegiatan ini, kami dapat memahami secara langsung proses pengukuran rosot karbon di lapangan. Pengalaman tersebut memberikan wawasan baru mengenai pentingnya kolaborasi berbagai pihak dalam menjaga kelestarian lingkungan,” ujar Yahya.

Senada dengan hal tersebut, Pjs. Area Manager Communication, Relations & CSR Regional JBB PT Pertamina Patra Niaga, Reno Fri Daryanto, menegaskan komitmen perusahaan dalam menjaga keberlanjutan.

“Pertamina terus berupaya memastikan pengelolaan Taman Kehati Kiara Payung semakin terukur dan berbasis data. Harapannya, kawasan ini dapat terus memberikan manfaat bagi lingkungan maupun masyarakat di sekitarnya,” ujar Reno.

Inisiatif ini merupakan perwujudan komitmen perusahaan terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-15 mengenai ekosistem daratan.

Ke depannya, pengelolaan Taman Kehati Kiara Payung diharapkan terus adaptif dan berbasis bukti ilmiah agar manfaat ekologisnya dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat dan lingkungan.***